Kinerja Solid OCBC 2025: Laba Tembus Rp5,1 T, Aset Naik 10 Persen
- OCBC mencatat laba Rp5,1 triliun di 2025 dan membagikan dividen 20,42%. Aset dan dana pihak ketiga tumbuh signifikan.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID — PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp45 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 9 April 2026 di Jakarta.
Total dividen yang dibagikan mencapai Rp1,03 triliun atau sekitar 20,42% dari laba bersih 2025 yang sebesar Rp5,06 triliun. Selain itu, perseroan juga menyisihkan Rp1 miliar sebagai cadangan umum, sementara sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan.
Keputusan ini menjadi salah satu dari sembilan agenda yang disetujui pemegang saham dalam RUPST tersebut.
Kinerja OCBC 2025: Laba dan Aset Tumbuh
Sepanjang 2025, OCBC mencatatkan kinerja keuangan yang positif. Laba bersih tumbuh 4% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp5,1 triliun, dari Rp4,9 triliun pada 2024.
Dari sisi neraca, total aset bank meningkat 10% YoY menjadi Rp308,1 triliun, dibandingkan Rp281,0 triliun pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan juga terlihat pada:
- Dana pihak ketiga (DPK) naik 18% menjadi Rp243,5 triliun
- Giro dan tabungan (CASA) melonjak 24% menjadi Rp141,1 triliun
- Ekuitas tumbuh 8% menjadi Rp43,9 triliun
Strategi: Kredit Selektif dan Penguatan Likuiditas
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, menegaskan bahwa kinerja tersebut ditopang oleh strategi yang seimbang di tengah tekanan global.
“Mencatatkan pertumbuhan yang berkualitas dengan fundamental permodalan dan likuiditas yang tetap kuat. Di tengah dinamika global yang menantang, Bank telah menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit yang selektif, pengelolaan risiko yang baik, serta penguatan CASA dan basis nasabah yang berkelanjutan," ujarnya.
Ia menambahkan langkah strategis tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan.
“Merupakan salah satu upaya untuk senantiasa memperkuat tata kelola dan manajemen risiko yang terintegrasi. Struktur ini bukan hanya memenuhi ketentuan regulator, tetapi juga memperkuat sinergi bisnis, efisiensi modal, dan daya saing kami dalam melayani kebutuhan,” imbuh dia.
Transformasi Digital Dorong Lonjakan Transaksi
OCBC juga mencatat akselerasi signifikan dalam layanan digital sepanjang 2025.
Frekuensi transaksi digital meningkat 46% YoY, didorong oleh:
- Pertumbuhan pengguna aktif internet banking dan mobile banking sebesar 13%
- Kenaikan pengguna OCBC Business Mobile untuk nasabah korporasi sebesar 19%
Nilai transaksi digital bahkan mencapai sekitar Rp1.500 triliun selama tahun tersebut.
Inovasi Produk dan Literasi Keuangan
Dalam memperluas pasar, OCBC meluncurkan sejumlah produk dan inisiatif baru, antara lain:
- Young NYALA untuk edukasi finansial anak dan remaja
- OCBC Star Wars Platinum Credit Card
- Fitur pembayaran nirsentuh (NFC) pada kartu kredit
Bank juga memperkuat ekosistem bisnis melalui layanan OCBC Merchant serta menggelar berbagai program literasi keuangan seperti Nyala Festival 2025 dan peluncuran Financial Fitness Index 2025.
Perubahan Pengurus dan Aksi Korporasi
Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui sejumlah perubahan pengurus, termasuk:
- Pengangkatan kembali Parwati Surjaudaja sebagai Presiden Direktur hingga RUPS 2029
- Pengangkatan kembali Pramukti Surjaudaja sebagai Presiden Komisaris
- Perubahan anggota Dewan Pengawas Syariah
Selain itu, perseroan menyetujui aksi pembelian kembali saham (buyback) sebanyak 438.000 saham yang akan digunakan untuk program remunerasi variabel.
OCBC juga melanjutkan langkah strategis sebagai induk konglomerasi keuangan serta memperbarui rencana aksi pemulihan (recovery plan).
Ekspansi dan Kolaborasi Global
Sepanjang 2025, OCBC turut memperkuat jejaring bisnis melalui berbagai forum, seperti OCBC One Connect dan OCBC Business Forum 2025.
Forum ini mempertemukan pelaku usaha, investor, serta pemangku kepentingan dari Indonesia dan Tiongkok guna mendorong kolaborasi di tengah dinamika ekonomi global.
Di sisi pendanaan, penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I 2025 turut memperkuat struktur modal untuk mendukung ekspansi kredit yang berkelanjutan.

Chrisna Chanis Cara
Editor
