Kinerja Moncer BSI di 2024: Laba Tumbuh 22,83 Persen, ROA dan ROE Melonjak
- BSI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp7,01 triliun pada 2024, tumbuh 22,83% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp5,7 triliun pada 2023. Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang naik 15,88% yoy menjadi Rp278 triliun serta peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) sebesar 32,58% yoy menjadi Rp5,51 triliun.

Idham Nur Indrajaya
Author


JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang tahun 2024 dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan.
Ditopang oleh berbagai strategi inovatif dan ekspansi bisnis yang sukses, BSI semakin mengukuhkan posisinya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.
Laba Bersih Naik 22,83% dan Aset Melonjak
BSI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp7,01 triliun pada 2024, tumbuh 22,83% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp5,7 triliun pada 2023. Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang naik 15,88% yoy menjadi Rp278 triliun serta peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) sebesar 32,58% yoy menjadi Rp5,51 triliun.
Selain itu, total aset BSI mengalami lonjakan 15,55% yoy, menembus angka Rp409 triliun. Ini merupakan pencapaian bersejarah karena pertama kalinya BSI memiliki aset lebih dari Rp400 triliun, menjadikannya sebagai bank terbesar ke-6 di Indonesia berdasarkan total aset.
- APBN Ketat, ASN Bakal WFH Demi Hemat
- Melambung 45,3 Persen, XL Axiata (EXCL) Raup Laba Rp1,85 Triliun
- Beda Nasib Antara MEDC dan WINS Terkait Penghentian Ekspor Gas
Dana Murah (CASA) dan Likuiditas Terjaga
Dalam aspek penghimpunan dana, BSI mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp327 triliun, meningkat 11,46% yoy. Dari jumlah tersebut, dana murah alias current account saving account (CASA) mencapai Rp197 triliun. Pertumbuhan CASA yang kuat ini membantu menekan biaya dana (cost of fund) menjadi 0,83%, turun 31 basis poin (bps).
“Likuiditas yang tinggi dan rasio keuangan yang terjaga menjadi kunci stabilitas bisnis BSI. Pertumbuhan CASA yang mencapai Rp133 triliun atau naik 12,7% secara tahunan turut berkontribusi terhadap efisiensi biaya dana,” ungkap Direktur Utama BSI, Hery Gunardi dalam paparan kinerja BSI yang diselenggarakan secara virtual, Kamis, 6 Februari 2025.
Sumber Pendapatan Baru
BSI juga memperluas sumber pendapatannya dengan mengembangkan model bisnis baru, seperti cicil emas dan gadai emas. Kedua layanan ini mendapat respons luar biasa dari masyarakat. Tercatat, pertumbuhan cicil emas mencapai 177%, menjadi yang tertinggi dalam sejarah BSI, sementara nilai gadai emas mencapai Rp6,4 triliun.
Tak hanya itu, pendaftaran tabungan haji meningkat hampir 70% yoy, menjadikannya sebagai salah satu sumber likuiditas unik bagi BSI. Dengan perkiraan masih ada 9-10 juta masyarakat Indonesia yang akan membuka rekening haji di masa depan, BSI melihat potensi besar dalam segmen ini.
“Tabungan haji adalah sumber likuiditas yang tidak dimiliki oleh bank konvensional. Ini akan terus kami dorong sebagai pembeda utama BSI dalam persaingan industri perbankan,” ujar Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho.
- LK21 Bahaya, Berikut 5 Situs Streaming Film yang Aman
- LK21- Sarangfilm21 Ilegal, Berikut 8 Situs Streaming Film yang Aman
- Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs India di Mandiri Challenge U-20
Ekspansi ke Bisnis Asuransi Syariah
Pada 2024, BSI juga memasuki pasar asuransi syariah dengan menggandeng Prudential Syariah dalam kerja sama eksklusif. Langkah ini membuka peluang pendapatan baru bagi BSI, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk keuangan syariah yang lebih luas.
Profitabilitas dan Daya Saing Meningkat
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, BSI juga menunjukkan peningkatan dalam profitabilitas. Rasio return on asset (ROA) naik 0,14% menjadi 2,49%, sedangkan return on equity (ROE) meningkat 0,89% menjadi 17,77%. Selain itu, rasio fee-based income (FBI) naik menjadi 14%, menunjukkan peningkatan diversifikasi sumber pendapatan.
Dengan berbagai pencapaian positif ini, BSI semakin kompetitif di industri perbankan nasional. “Kinerja kami di 2024 menunjukkan bahwa strategi ‘game changer’ yang diterapkan telah membuahkan hasil. Kami akan terus berinovasi dan bertransformasi agar dapat memberikan layanan terbaik bagi nasabah dan mendorong pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia,” pungkas Hery Gunardi.

Amirudin Zuhri
Editor
