Kinerja Membaik, Pendapatan MNCN Milik Taipan Hary Tanoe Naik Jadi Rp2,14 Triliun
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) melaporkan kinerja keuangan yang positif pada kuartal pertama 2021. Pendapatan dan laba bersih perseroan mengalami pertumbuhan pada awal tahun ini.

Drean Muhyil Ihsan
Author


Konglomerat pemilik Grup MNC, Hary Tanoesoedibjo. / Mediacom.co.id
(Istimewa)JAKARTA – PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) melaporkan kinerja keuangan yang positif pada kuartal pertama 2021. Pendapatan dan laba bersih perseroan mengalami pertumbuhan pada awal tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 1 Juli 2021, pendapatan usaha MNCN tumbuh 5,94% year-on-year (yoy) menjadi Rp2,14 triliun pada kuartal I-2021 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,02 triliun.
Iklan masih menjadi penyumbang pendapatan usaha terbesar perseroan pada periode tersebut dengan torehan sebanyak Rp1,94 triliun. Angka itu diperoleh dari pendapatan iklan digital senilai Rp321,02 miliar dan iklan non-digital sebesar Rp1,62 triliun.
- Modernland Realty Raup Marketing Sales Rp341 Miliar pada Kuartal I-2021
- Waskita Karya Raih Kontrak Pembangunan Jalan Perbatasan RI-Malaysia Rp225 Miliar
- Pengelola Hypermart (MPPA) Berpotensi Meraih Rp670,85 Miliar Lewat Private Placement
Sejalan dengan hal tersebut, jumlah beban perseroan turut mengalami peningkatan sebesar 6,04% secara tahunan menjadi Rp815,51 miliar dari Rp769,07 miliar. Beban program dan konten tercatat senilai Rp740,59 miliar. Sedangkan, beban penyusutan dan amortasi sekitar Rp74,92 miliar.
Dengan catatan itu, MNCN berhasil membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp421,46 miliar pada kuartal pertama tahun 2021. Angka tersebut melonjak 26,66% yoy dibandingkan dengan realisasi periode yang saham tahun lalu, yakni Rp332,75 miliar.
Total liabilitas perseroan menyusut dari Rp4,46 triliun pada triwulan I-2020, menjadi Rp4,07 triliun per akhir Maret 2021. Di sisi lain, jumlah ekuitas pada kuartal I-2021 semakin menebal menjadi Rp15,56 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,46 triliun.
Sementara itu, kas dan setara kas menyusut menjadi hanya Rp712,89 miliar per 31 Maret 2021 dibandingkan periode yang sama tahun 2020, sebanyak Rp837,82 miliar. Senada, total aset ikut naik menjadi Rp19,63 triliun dari Rp18,92 triliun.
Di lantai bursa, harga saham MNCN justru terkoreksi hingga 2,15% ke level Rp910 per lembar pada akhir perdagangan Kamis, 1 Juli 2021. Padahal, laba per saham dasar MNCM naik menjadi Rp31,98 per lembar pada triwulan pertama 2021, dari Rp25,16 per lembar pada akhir Maret 2020. (LRD)
