Kinerja Melebihi Ekspektasi Selama Pandemi 2020, Begini Prospek Saham RS Hermina (HEAL)
JAKARTA – Sejumlah emiten farmasi sukses mencatatkan kinerja positif di tengah pandemi COVID-19 sepanjang tahun 2020. Berkah pandemi turut mengguyur emiten pengelola rumah sakit, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL). Hingga akhir Desember tahun lalu, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp473 miliar. Angka tersebut melonjak 85,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan realisasi perseroan pada tahun […]

Drean Muhyil Ihsan
Author


Rumah Sakit Hermina / Dok. Perseroan
(Istimewa)JAKARTA – Sejumlah emiten farmasi sukses mencatatkan kinerja positif di tengah pandemi COVID-19 sepanjang tahun 2020. Berkah pandemi turut mengguyur emiten pengelola rumah sakit, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).
Hingga akhir Desember tahun lalu, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp473 miliar. Angka tersebut melonjak 85,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan realisasi perseroan pada tahun sebelumnya.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Joshua Michael mengatakan bahwa capaian tersebut di atas ekspektasi. Nyatanya, perseroan sanggup merealisasikan 142%/137% dari estimasi/konsensus Mirae.
Adapun jumlah hari rawat inap/kunjungan rawat jalan selama tahun 2020 sebesar Rp937.000/Rp4,5 juta dibandingkan dengan perkiraan Mirae sebesar Rp891.000/Rp4,51 juta.
Ia menyatakan pendapatan per hari rawat inap serta pendapatan per kunjungan rawat jalan HEAL selama tahun lalu sedikit melebihi perkiraannya.
“Gearing bruto/neto sebesar 46,3 persen/20,7 persen di tahun 2020, relatif tidak berubah dibandingkan tahun 2019. Pada 2021, HEAL berencana mengalokasikan belanja modal Rp900 miliar vs Rp920 miliar pada tahun lalu,” ujar Joshua melalui riset yang diterima TrenAsia.com, 21 Mei 2021.
Sepanjang tahun lalu, 30% – 35% dari pendapatan rawat inap HEAL terkait dengan COVID-19. HEAL akan menerima sejumlah kontribusi untuk jasa vaksin “Gotong Royong”, yang ditujukan untuk karyawan.
Terkait hal itu, Joshua mengaku belum mengikutsertakan potensi pendapatan dan laba bersih tambahan dari jasa vaksin dalam perkiraan kinerja tahun 2021 – 2022.
- BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Blitar Magnitudo 5,9
- Awas Terjebak! Kenali Ciri-Ciri Pinjol Ilegal
- Sumbangan Sektor Energi ke Investasi Nasional Capai Rp155,9 Triliun
Menurut perseroan sendiri, jasa vaksin diharapkan berkontribusi sekitar 5% – 10% terhadap pendapatan di tahun ini dan tahun 2022, dann akan menghasilkan margin yang lebih tinggi daripada layanan kesehatan mereka secara umum.
“Secara keseluruhan, kami meningkatkan estimasi pendapatan dan laba bersih tahun 2021 dari Rp5,2 triliun/Rp417 miliar, menjadi Rp5,4 triliun/Rp668 miliar,” papar dia.
Sementara, ia memproyeksikan laba bersih selama tahun ini, 50% lebih tinggi dari perkiraan konsensus. Menurut dia, konsensus saat ini cenderung konservatif, dan ke depannya ia perkirakan konsensus akan merevisi naik estimasi atas pendapatan dan laba bersih HEAL.
“Dengan pendapatan dan laba bersih 2020 yang melebihi ekspektasi, kami meningkatkan rekomendasi kami pada HEAL dari Hold menjadi Buy dengan TP lebih tinggi yaitu Rp6.000 dari sebelumnya Rp4.800,” tambah Joshua.
Selain itu, lanjutnya, HEAL juga berencana melakukan stock split saham 5:1 yang berlaku efektif pada 3 Agustus 2021. Bagi Joshua, hal ini akan menjadi katalis tambahan tersendiri untuk pergerakan harga saham HEAL. (RCS)
