Ketahui Gejala COVID-19 Happy Hypoxia yang Sering Tidak Disadari
Ketahui gejala COVID-19 yaitu happy hypoxia yang sering tidak disadar

Justina Nur Landhiani
Author


Elderly senior woman patients put hands on her head with headache in hospital – senior female medical and healthcare concept
(Istimewa)JAKARTA – Pandemi COVID-19 yang masih melanda Indonesia ini masih menyimpan banyak misteri. Di antara yang lebih membingungkan adalah gejala silent hypoxemia, atau yang kerap disebut sebagai happy hypoxia.
Melansir dari Medical News Today, hypoxia didefinisikan sebagai penurunan tekanan parsial oksigen dalam darah.
Ketika kadar oksigen darah mulai berkurang, seseorang dapat mengalami sesak napas, yang juga disebut dispnea. Jika kadar oksigen darah terus turun, organ dapat mati, dan masalah ini menjadi mengancam nyawa.
- Modernland Realty Raup Marketing Sales Rp341 Miliar pada Kuartal I-2021
- Waskita Karya Raih Kontrak Pembangunan Jalan Perbatasan RI-Malaysia Rp225 Miliar
- Pengelola Hypermart (MPPA) Berpotensi Meraih Rp670,85 Miliar Lewat Private Placement
COVID-19 pada dasarnya adalah penyakit pernapasan, dan kasus yang parah dapat mengurangi jumlah oksigen yang dapat diserap paru-paru. Tingkat oksigen darah ditemukan sangat rendah pada beberapa pasien COVID-19.
Akan tetapi, ada pasien COVID-19 yang meskipun kadar oksigen darah rendah, namun tubuh mereka tampak berfungsi seperti normal tanpa masalah serius atau bahkan sesak napas.
Penyebab terjadinya happy hypoxia pada penderita COVID-19 yaitu kondisi pengentalan darah atau koagulasi pada jaringan pembuluh darah paru-paru.
Hal tersebut dapat menimbulkan peradangan dalam tubuh, karena infeksi virus COVID-19.
- Cara Membuang Sampah dari Pasien COVID-19 yang Sedang Isolasi Mandiri
- Netflix Dikabarkan Berencana Perkenalkan Video Game
- Viral di Twitter Akibat Tak Sengaja Makan Babi, Ini Cara Mengetahui Makanan Mengandung Babi Agar Tak Keliru
Saat tubuh mengalami peradangan, protein seluler akan membetuk pembekuan darah sebagai respons alami kekebalan tubuh.
Jika hal tersebut terjadi berlebihan, maka sel di jaringan paru-paru tidak dapat menerima pasokan oksigen yang cukup.
Gejala happy hypoxia yaitu tubuh terasa lemas, bibir atau jari-jari menjadi berwarna biru atau kebiruan, serta kadar saturasi oksigen turun di bawah 94 persen.
Jika mengalami hal tersebut atau Anda melihat seseorang dengan kondisi tersebut, segera konsultasikan kepada dokter yang menangani atau cari pertolongan ke fasilitas kesehatan terdekat.
