Tren Ekbis

Kenaikan Permintaan Lahan Data Center jadi Angin Segar DMAS

  • 75 Persen Permintaan Lahan Berasal dari Data Center
PURADELTA.jpg
Greenland Square salah satu area commercial lot di boulevard utama Kota Deltamas Bekasi, Jawa Barat. (DMAS)

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan industri dan township Kota Deltamas, mencatat pra penjualan (marketing sales) Rp1,15 triliun pada semester I 2026. Menariknya, sektor data center menjadi penggerak utama permintaan lahan industri perseroan.

Capaian tersebut setara sekitar 55 persen dari target pra penjualan DMAS sepanjang 2026. Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Puradelta Lestari, Tondy Suwanto, mengatakan mayoritas capaian tersebut berasal dari sektor industri, terutama bisnis data center.

“Pra Penjualan Perseroan pada semester pertama tahun 2026 telah mencapai 55% dari target tahun ini,” ujar Tondy Suwanto dalam keterangan pers, Jumat 4 September 2026.

75 Persen Permintaan Lahan Berasal dari Data Center

Lonjakan minat terhadap data center terlihat dari permintaan lahan industri yang mencapai 85 hektare. Dari total tersebut, sekitar 75 persen berasal dari sektor data center.

Besarnya permintaan tersebut ditopang kesiapan infrastruktur di Kota Deltamas. Perseroan menyediakan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan industri data center, antara lain pasokan listrik dengan layanan premium, jaringan serat optik dengan tingkat redundansi yang andal, serta sistem looping untuk menjamin ketersediaan air bersih dan air daur ulang.

Kawasan tersebut juga dilengkapi pusat komando data dan keamanan untuk mendukung kebutuhan operasional industri.

Dengan struktur permintaan tersebut, sektor data center menjadi faktor penting di balik pencapaian marketing sales DMAS hingga paruh pertama 2026.

Kota Deltamas Dikembangkan Jadi Pusat Industri dan Data Center

Tingginya permintaan lahan membuat Puradelta Lestari berkomitmen melanjutkan pengembangan fasilitas dan infrastruktur di Kota Deltamas.

Kawasan yang berlokasi di Cikarang Pusat tersebut memiliki luas pengembangan sekitar 3.200 hektare, dengan akses langsung menuju jalan tol serta cadangan lahan yang luas. Kota Deltamas dikembangkan sebagai kawasan terpadu yang mencakup area industri, hunian, dan komersial.

Pengembangan infrastruktur tersebut diarahkan untuk menjadikan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern yang ramah lingkungan sekaligus pusat aktivitas regional di wilayah timur Jakarta.

DMAS Dikendalikan Sinar Mas Land dan Sojitz

PT Puradelta Lestari Tbk merupakan perusahaan pengembang dan pengelola Kota Deltamas. Berdasarkan keterangan perseroan, pemegang saham mayoritas dan pengendali DMAS adalah PT Sumber Arusmulia sebesar 57,28 persen, yang merupakan bagian dari Sinar Mas Land.

Sementara itu, Sojitz Corporation asal Jepang memiliki 25 persen saham DMAS. Sojitz merupakan perusahaan general trading dengan jaringan di lebih dari 50 negara.

 

Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Bunga Citra pada 06 Sep 2026