Kenaikan Free Float 15 Persen, Siapa Jadi Bantalan Pasar?
- Aturan free float 15% segera berlaku. BEI menyiapkan bantalan demand dari dana pensiun, asuransi, hingga lonjakan investor ritel untuk jaga harga saham.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Pembekuan penyesuaian indeks oleh MSCI pada 27 Januari 2026 akibat keraguan transparansi data memicu reformasi besar di pasar modal Indonesia. Otoritas merespons cepat dengan rencana kenaikan batas minimum saham publik menjadi 15% guna memperdalam likuiditas bursa saham nasional.
Kebijakan tersebut diperkirakan mulai berlaku pada akhir Maret 2026 dan berpotensi memengaruhi stabilitas harga emiten secara signifikan. Untuk itu, BEI tengah menggelar rangkaian pertemuan teknis intensif demi memastikan implementasi yang mulus. “Otoritas bursa akan mencarikan solusi bersama,” ujar Direktur Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, dalam acara CNBC Market Outlook 2026 di Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyebut kenaikan batas saham publik sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas pasar secara fundamental dan menjaga citra ekonomi nasional di mata internasional. “Ini mempertaruhkan nama negara, brand kita dalam krisis,” tegasnya.
Urgensi Kredibilitas dan Wajah Ekonomi
Sektor keuangan Indonesia dinilai sangat sensitif terhadap berbagai isu makro dan sentimen geopolitik global. Karena itu, kredibilitas bursa diposisikan sebagai simbol utama kepercayaan publik internasional yang harus dijaga melalui tatanan regulasi mumpuni. "Pasar modal adalah wajah ekonomi nasional kita semua," tandas Misbakhun.
Info saja, kapitalisasi pasar modal Indonesia saat ini mencapai nilai Rp14.800 triliun atau mencakup porsi 71% dari PDB nasional. Oleh karena itu, kata Misbakhun, pengawasan ketat terhadap integritas pasar menjadi sebuah keharusan bagi kemajuan bangsa di masa depan.
Misbakhun menambahkan bursa saham merupakan sarana memperkuat pembiayaan korporasi melalui dana murah tanpa membebani perusahaan dengan bunga kredit perbankan reguler yang sangat tinggi. Hal ini mampu mendorong pertumbuhan roda ekonomi nasional secara sangat signifikan.
Strategi Penguatan Permintaan Pasar
Untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasokan saham akibat kenaikan aturan free float, otoritas menyiapkan strategi penguatan permintaan secara bertahap. Salah satunya melalui pelonggaran regulasi bagi lembaga pengelola dana besar. “Pertama kita harus memitigasi bagaimana kita bisa meningkatkan demand,” jelas Jeffrey.
Pemerintah turut memberi ruang bagi dana pensiun dan perusahaan asuransi untuk menambah porsi investasi saham domestik secara lebih agresif demi menjaga stabilitas indeks. “Pemerintah sudah memberikan bantuan support melalui peraturan dana pensiun,” tambahnya.
Di sisi lain, pertumbuhan jumlah investor domestik semakin menjadi bantalan permintaan utama. Tahun lalu, bursa mencatat penambahan 5,4 juta investor baru, dan awal 2026 menunjukkan tambahan 2,5 juta investor ritel hanya dalam 1,5 bulan pertama. Jeffrey menyebut kekuatan investor domestik ini sebagai potensi demand yang sangat besar bagi pasar.
Ekspansi Visibilitas Emiten Dunia
BEI juga memperkuat kerja sama internasional dengan menemui manajemen Bloomberg untuk meningkatkan standar divisi relasi investor emiten sehingga lebih mudah dijangkau investor global. “Kita ingin emiten Indonesia menjadi jauh lebih searchable di Bloomberg,” ujar Jeffrey.
Selain itu, BEI mendorong emiten untuk berpartisipasi dalam agenda investasi internasional bersama institusi keuangan global guna memperluas akses pendanaan serta meningkatkan eksposur lintas negara. “Tujuannya mengajak lebih banyak emiten dalam roadshow bersama global houses,” katanya.
Pendalaman pasar harus diimbangi dengan perbaikan fundamental serta kinerja perusahaan tercatat. BEI menekankan bahwa kualitas kinerja menjadi faktor utama dalam menjaga efektivitas harga di tengah bertambahnya saham publik. “Emiten harus melakukan PR, meningkatkan fundamental ekonomi serta kualitas kinerjanya,” ujar Jeffrey.
BEI optimistis rangkaian langkah mitigasi ini mampu menjaga keseimbangan harga sekaligus memastikan implementasi aturan free float berjalan lancar. Jeffrey menegaskan bahwa komunikasi yang intensif menjadi kunci keberhasilan seluruh inisiatif tersebut.

Alvin Bagaskara
Editor
