Kekayaan Meroket Tertinggi Dunia, Gautam Adani Jadi Orang Paling Tajir ke-2 di India
- Konglomerat asal Negeri Bollywood, pemilik Adani Group, Gautam Adani mengantongi peningkatan jumlah kekayaan tertinggi di dunia. Hal tersebut membuatnya...

Mochammad Ade Pamungkas
Author
JAKARTA – Konglomerat asal Negeri Bollywood, pemilik Adani Group, Gautam Adani mengantongi peningkatan jumlah kekayaan tertinggi di dunia. Hal tersebut membuatnya menjadi manusia terkaya kedua di India.
Mengutip dari laman Bloomberg, saat ini kekayaan bersih Gautam Adani mencapai US$56 miliar setara dengan Rp807 triliun (kurs Rp14.425 per dolar Amerika Serikat).
- Berkapasitas 2,4 Juta Ton, Freeport dan Tsingshan Siap Teken Kontrak Proyek Smelter Tembaga di Weda Bay
- PLN Konversi PLTD ke PLTS di Maluku
- Rencana Erick Buka Peluang Indonesia Jadi Pemain Besar Industri Baterai
Kemudian, melansir dari laman The Richest, kekayaan Adani sempat mencapai US$7,96 miliar atau sekitar Rp114,8 triliun pada Mei 2019.
Maka dapat disimpulkan, total kekayaan bersih Adani meroket hingga 603% selama hampir dua tahun terakhir.
Bedasarkan indeks peringkat manusia-manusia terkaya di dunia dari Bloomberg Billionaire, kekayaan bersih Gautam Adani berada di urutan 21, dengan kenaikan mencapai US$22 miliar (Rp317 miliar) sejak setahun lalu (year-to-date/ytd).
Angka kenaikan itu merupakan yang tertinggi di indeks tersebut. Bahkan Bloomberg menyebutkan, kenaikan nilai kekayaan bersih Adani melebih miliarder siapapun tahun ini.
Lalu manusia terkaya di India, Mukesh Ambhani menduduki peringkat 11 dunia dengan total kekayaan bersih US$79,5 miliar atau Rp1,1 kuadriliun.
Di sisi lain, kedua manusia terkaya di dunia Jeff Bezos dan Elon Musk mendapati penurunan total kekayaan bersih.
Total kekayaan bersih CEO Amazon Jeff Bezos mencapai US$181 miliar setara dengan Rp2,6 kuadriliun. Namun nilanya itu turun US$9,03 miliar (Rp130,2 triliun) sejak setahun lalu
Sedangkan Elon Musk memiliki kekayaan bersih US$164 miliar (Rp2,3 kuadriliun), dengan penurunan mencapai US$5,48 miliar atau Rp79 triliun. (SKO)
