Kasus COVID-19 Dunia Melesat Tajam, IHSG Awal November Diprediksi Tumbang
- IHSG pekan ini diprediksi hanya akan bergerak di level support 5.095-5.000 dan resitensi 5.182-5.200.

Fajar Yusuf Rasdianto
Author
JAKARTA – Rekor kasus pertumbuhan pasien COVID-19 dunia kembali memberi tekanan pada pasar saham global. Hasilnya, pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2020, mayoritas bursa Asia dan Eropa pun ditutup melemah.
Indeks ASX 200 AXJO Australia terkoreksi 0,25 dan indeks acuan Selandia Baru terkontraksi 0,6%. Nikkei N25 Jepang tergelincir 0,8%. Pun demikian dengan indeks Kospi Korea Selatan KS11.
Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyebut, salah satu penyebab turunnya bursa saham dunia ini adalah kebijakan kunci yang kembali diambil oleh pemerintah Prancis dan Jerman. Kebijakan itu diambil menyusul semakin tingginya angka kasus COVID-19 di dunia.
“Kenaikan kasus COVID-19 yang diikuti langkah penguncian akan sangat mengganggu pemulihan ekonomi dan berpotensi mendorong pasar keuangan terkoreksi,” terang Hans dalam riset mingguan yang diterima TrenAsia.com, Minggu, 1 November 2020.
- Erick Tohir Siapkan Strategi Komunikasi Khusus untuk Vaksin COVID-19
- Asyik, GWK Cultural Park Bali Kembali Dibuka
- Rusia Jadi Negara Pertama Gelar Vaksinasi Massal Virus Corona
- Sony Corp Tutup Pabrik di Penang Malaysia untuk Efisiensi
- WHO Ingin Setengah Miliar Dosis Vaksin COVAX Tersedia Pada Kuartal I 2021
Dengan tekanan pada pasar saham global ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan pertama November pun berpotensi terkonsolidasi turun. IHSG bakal melakukan penyesuaian dengan pasar setelah libur panjang nasional pekan lalu.
Terlebih lagi, investor masih pada tren wait and see mengingat masih banyak emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang belum merilis laporan keuangan kuartal III. Sebab itu, menurut Hans, IHSG pekan ini hanya akan bergerak di level support 5.095-5.000 dan resitensi 5.182-5.200.
“Pasar saham Indonesia selesai dari libur panjang, berpeluang melakukan adjust terhadap pergerakan pasar luar negeri yang cenderung terkoreksi,” pungkas Hans.
Menjelang libur panjang (28-30 Oktober 2020), pergerakan IHSG malah terpelesat ke zona merah. Pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2020, IHSG ditutup melemah 15,82 basis poin atau 0,3% ke level 5.128,22. (SKO)
