Kantong Menipis, Proyek Kereta Api Cepat Terancam Molor?
- Kondisi sektor keuangan pada PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) semakin menipis. Hal itu dikhawatirkan bisa memengaruhi keberlangsungan proyek yang akan bergulir pada pertengahan Juni 2023 mendatang.

Feby Dwi Andrian
Author


JAKARTA - Kondisi sektor keuangan pada PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) semakin menipis. Hal itu dikhawatirkan bisa memengaruhi keberlangsungan proyek yang akan bergulir pada pertengahan Juni 2023 mendatang.
Setidaknya itu diungkapkan oleh Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama dengan Komisi VI DPR.
"Menipis pasti. Karena kita butuh tambahan setoran modal dari pemegang saham kok. Menipis saja, menipis. Sesuai dengan apa yang disampaikan pak Wakil Menteri BUMN (Kartika Wirjoatmodjo)," katanya, Rabu, 9 November 2022.
- Yuhu! Indo Tambangraya (ITMG) Bagi Dividen Rp4.128 Per Lembar Saham
- Terowongan Raksasa di Bawah Air Terjun Niagara Dibuka
- Waroeng SS Tunggak Iuran BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp10 Miliar sejak 2020
Saat ini, pemerintah tengah mengajukan penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3,2 triliun untuk setoran modal ekuitas KCIC guna membayar pembengkakan biaya proyek tersebut.
PMN itu nantinya akan diberikan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku leading konsorsium BUMN Indonesia yang memegang 60% saham di KCIC.
Ditanya semisal dana PMN itu tidak cair sampai dengan akhir Desember 2022, Dwiyana mengaku sudah siap dan menyiapkan banyak cara agar proyek ini bisa segera berprogres.
"Kita akan lakukan dengan maksimal apa yang kita miliki. Kita juga pernah kok alami delapan bulan ngga bisa bayar kontraktor, kita bisa jalan," lanjutnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo meminta agar PMN tersebut bisa segera dicairkan sebelum tahun 2023.
Adapun setoran modal dari PMN ke ekuitas KCIC ini memiliki proporsi sebesar 60% dari total ekuitas KCIC dan sisanya yakni 40% berasal dari konsorsium BUMN Cina.
"Kalau PMN ini diberikan maksimal Desember, maka kami yakinkan tidak ada pembengkakan biaya lagi. Proyek akan selesai pada pertengahan 2023," imbuhnya.
- Naik Turun Harga BBM Pertamina hingga Swasta, Pengendara Pilih Mana?
- 5 Proyek Rumah Subsidi di Bogor Seharga Rp168 Juta, Intip Lokasinya
- Ditopang Penjualan Apartemen, PP Properti (PPRO) Raih Pendapatan Rp1,3 Triliun di Kuartal III 2022
Sebelumnya, kondisi keuangan KCIC dikatakan menipis, sudah dipaparkan oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo pada rapat dengan Komisi VI DPR pada awal November silam. Ia menyebut bahwa cashflow proyek habis pada bulan ini.
"Ini kondisi yang sangat sulit. Kita harus lakukan untuk percepatan karena cashflow proyek ini habis pada bulan November. Karena jika tidak segera diproses dan cair Juni, tentunya proyek akan tertunda sampai akhir 2023 karena kontraktor akan kehabisan capital bulan November," kata Tiko sapaan akrab dari Kartika Wirjoatmodjo.

Ananda Astri Dianka
Editor
