Jurus FiberStar Tetap Berinovasi Saat Pandemi
- JAKARTA – PT Mega Akses Persada (FiberStar), penyedia Network Service Provider kabel serat optik melakukan sejumlah langkah untuk menempatkan sejumlah...

Ananda Astri Dianka
Author
JAKARTA – PT Mega Akses Persada (FiberStar), penyedia Network Service Provider kabel serat optik melakukan sejumlah langkah untuk menempatkan sejumlah risiko dalam semua tingkatan manajemen untuk perencanaan usaha perusahaan selama pandemi COVID-19.
Hal ini guna memastikan perusahaan tetap mematuhi tata kelola, baik secara internal maupun eksternal agar perusahaan lebih kredibel dan terpercaya dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.
“Kami berusaha lebih sigap untuk mempersiapkan analisa risk yang mungkin terjadi selama pengerjaan proyek jaringan baik di lapangan maupun di level manajemen. Dalam hal ini, ada SOP yang pasti terkait risk management, sehingga operasional tetap bisa berjalan dengan baik,” kata Dea Rendra Kirana, Bussiness Process Departement Head Fiber Star dikutip dari pernyataan resmi, Rabu, 21 Oktober 2020.
- Dukung MotoGP 2021 di Lombok, 915 Rumah Telah Disulap Jadi Homestay
- Lebih Gokil dari Bitcoin, Harga Kripto Stellar Lumens Menjulang 600 Persen
- Pembiayaan Korporasi Desember 2020 Naik, Tertinggi dalam 5 Bulan
- Ekonomi China 2020 Diprediksi Tumbuh 2,3%
- BI Taksir Kebutuhan dan Pembiayaan Korporasi Q1-2021 Meningkat
Pascamasuknya COVID-19 di Indonesia, FiberStar langsung membuat Gugus Tugas COVID-19 untuk memberlakukan Kebijakan dan Prosedur Karyawan sesuai panduan DORSCON (Disease Outbreak Response System Condition) sejak 10 Maret 2020.
Pemberlakuan kebijakan ini antara lain dengan mengatur aktivitas kerja, aktivitas di luar pekerjaan, informasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan, pengendalian penyakit hingga facility management.
Protokol Kesehatan
Dalam hal ini, FiberStar aktif memberikan sosialisasi terkait COVID-19 secara berkala. Adapun protokol kesehatan yang berlaku di lingkungan kerja FiberStar antara lain kewajiban memakai masker, penyediaan masker kain atau masker medis di kantor, dan pembersihan area kerja setiap empat jam sekali serta upaya pencegahan lainnya.
Saat ini perusahaan juga telah memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) dan kebijakan split operation bagi tim lapangan dengan memanfaatkan sistem dan teknologi digital dalam mendukung operasional perusahaan.
“Di antaranya dengan fasilitas remote working, virtual meeting and collaboration, digitalized document routing and handling, mobile attendance serta employee health monitoring,” ujar Rendra.
Dengan banyaknya distraksi pada masa pademi COVID-19, FiberStar membuktikan tetap bisa menjalankan operasional perusahaan dengan sigap. Selain itu juga terus memperluas jaringan kabel optik di berbagai daerah.
“Berkat kesigapan ini FiberStar berhasil meraih TOP 3 Stars dalam Penghargaan TOP GRC Award 2020 pada Kamis lalu,” ungkap Rendra.
Rendra berharap perusahaan dapat terus meningkatkan bisnis perusahaan melalui penetapan kebijakan dan implementasi tata kelola perusahaan, manajemen risiko dan kepatuhan terhadap regulasi secara terintegrasi.
