Jika Perang Nuklir Amerika-Rusia Pecah, dalam 5 Jam 34 Juta Orang Tewas Seketika
- Salah satu hal yang dikhawatirkan dari konflik bersenjata di Ukraina adalah pecahnya perang nuklir antara kekuatan Rusia dan Amerika serta NATO.

Amirudin Zuhri
Author


JAKARTA-Salah satu hal yang dikhawatirkan dari konflik bersenjata di Ukraina adalah pecahnya perang nuklir antara kekuatan Rusia dan Amerika serta NATO. Perang nuklir total dari dua kekuatan ini akan memunculkan bencana yang benar-benar mengerikan.
Peneliti Amerika di Universitas Princeton pernah mempresentasikan hasil pemodelan skenario paling drastis dari konflik antara pasukan NATO dan Rusia dengan penggunaan senjata nuklir.
Dalam sebuah video yang menyertai penelitian, yang disebut PLAN A, para analis menunjukkan langkah demi langkah bagaimana kedua belah pihak akan sampai pada perang habis-habisan yang hampir sempurna.
- Mantan Pemilik Dekat dengan Presiden Rusia Putin, Klub Sepak Bola Chelsea Kena ‘Getah’ Sanksi
- Tingkatkan Implementasi ESG, Pembiayaan Berkelanjutan CIMB Niaga Capai Rp45,07 triliun pada 2021
- Ingin Jadi Raksasa BPD, Bank BJB Bidik Modal Rp16,3 Triliun Tahun 2022
Menurut pendapat para peneliti Princeton, perang konvensional akan berubah menjadi perang nuklir setelah pihak menggunakan serangan nuklir taktis untuk menghentikan kemajuan pasukan konvensional.
Langkah selanjutnya akan menjadi perang nuklir besar-besaran, dengan penerbangan Rusia praktis memusnahkan Eropa dan pangkalan NATO di dekatnya, yang pada gilirannya akan menembakkan serangan balasan terhadap situs peluncuran Rusia.
Setelah ini, menurut analis, Rusia dan Amerika kemungkinan akan menggunakan sebagian besar persenjataan yang tersisa untuk menghancurkan objek militer utama masing-masing dan akan menggunakan nuklir yang tersisa untuk menargetkan kota-kota dan pusat-pusat ekonomi yang paling padat untuk mencegah pemulihan yang cepat. Model perang nuklir itu diperkirakan akan membuat semua pihak yang terlibat hancur.
Menurut perkiraan para peneliti, saling serang secara keseluruhan akan memakan waktu kurang dari lima jam dan membuat 34 juta orang tewas serta 57,4 juta terluka. Dengan kata lain konflik yang dapat mengakibatkan sekitar 18 juta korban setiap jam. Para analis menambahkan bahwa jumlahnya akan meningkat setelah serangan terakhir karena efek dari radiasi nuklir ditambah efek jangka panjang lainnya.
Para ilmuwan mengindikasikan bahwa simulasi serangan didasarkan pada postur kekuatan nuklir nyata dari negara-negara yang terlibat dan dibuat untuk “menyoroti konsekuensi yang berpotensi bencana dari rencana perang nuklir Amerika dan Rusia saat ini”.
