Pasar Modal

Jelang Pengumuman Kebijakan Moneter The Fed, Nilai Kurs Rupiah Berpeluang Melemah

  • Menurut data perdagangan Bloomberg, Senin, 30 Januari 2023, nilai kurs rupiah dibuka melemah 23 poin di posisi Rp14.970 per-dolar AS.
<p>Karyawan menunjukkan uang Dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu Bank BUMN di Jakarta, Selasa 2 Juni 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Karyawan menunjukkan uang Dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu Bank BUMN di Jakarta, Selasa 2 Juni 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA - Nilai kurs rupiah berpeluang melemah menjelang pengumuman kebijakan moneter dari bank sentral Amerika Serikat (AS) alias The Federal Reserve (The Fed).

Menurut data perdagangan Bloomberg, Senin, 30 Januari 2023, nilai kurs rupiah dibuka melemah 23 poin di posisi Rp14.970 per-dolar AS.

Pada perdagangan sebelumnya, Jumat, 27 Januari 2023, nilai kurs rupiah melemah 38 poin di level Rp14.947 per-dolar AS.

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpotensi melemah menjelang pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada awal Februari 2023.

Menurut Ariston, pelaku pasar tampak berhati-hati terhadap potensi sikap agresif dari The Fed walaupun mayoritas pasar masih berekspetasi perlambatan kenaikan suku bunga menjadi 25 basis poin.

Menurut data CME FedWatchTool, Senin, 30 Januari 2023 pukul 10.00 WIB, 99,9% pelaku pasar saat ini yakin bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, menyurut dari 50 basis poin pada Desember 2022.

Namun, pasar tetap berhati-hati karena perkembangan yang menunjukkan inflasi AS masih jauh dari target 2% sementara ekonominya masih tumbuh positif.

"Hal ini membuka ruang untuk The Fed melakukan pengetatan lanjutan tahun ini," ujar Ariston kepada TrenAsia, Senin, 30 Januari 2023.

Menurut Ariston, untuk perdagangan hari ini, rupiah berpotensi melemah ke kisaran Rp15.000 per-dolar AS.