Industri

Jakarta Kian Sesak, Ekonom Dorong Pensiun Dini PLTU Dimasifkan

  • Jakarta Semakin Sesak, Ekonom Dorong Pensiun Dini PLTU di Masifkan JAKARTA - Polusi udara di Jabodetabek akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. Ekonom en
jakarta-216410_1920.jpg
Ilustrasi polusi di kawasan Jakarta (Istimewa)

JAKARTA - Polusi udara di Jabodetabek akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. Ekonom energi UGM, Fahmy Radhi mengatakan memang ada tiga hal yang menjadi faktor polusi semakin parah belakangan ini.

Fahmy mengungkapkan, penyumbang terbesar polusi di Indonesia yang pertama kendaraan bermotor yang menggunakan energi fosil, kedua pembangkit listrik yang menggunakan batu bara (PLTU) dan ketiga asap pabrik atau industri di Jakarta.

"Indonesia dikepung ketiga hal tersebut. Macet membuat polusinya banyak sekali, kemudian pembangkit listrik yg menggunakan batu bara juga mengepung Jakarta karena dibutuhkan untuk memasok kebutuhan listrik sehingga pabrik pabrik banyak sekali," katanya saat dihubungi TrenAsia.com pada Selasa, 15 Agustus 2023.

Kata Fahmy, adanya peningkatan jumlah kendaraan bermotor juga sejalan dengan kenaikan aktivitas industri manufaktur. Hal ini terjadi setelah pandemi semua industri memacu produktivitasnya sehingga puncak polusi sekarang ini terjadi.

Oleh karena itu menurut Fahmy, pemerintah harus mendorong pensiun dini PLTU lebih masif melalui PLN dan menggantikannnya dengan energi baru terbarukan (EBT).

PT Pertamina (Persero), kata Fahmy, juga harus mengembangkan bahan bakar yang ramah lingkungan agar semakin nyata dorongan ke EBT. Lalu dari sisi industri harus didorong oleh pengolahan limbah yang bisa pengurangan polusi tersebut.

Selain itu Fahmy menilai, Plt Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono juga harus bertanggung jawab terhadap maraknya polusi akhir-akhir ini. Pasalnya Heru tak dapat mencegah banyaknya mobilitas motor dan mobil yang semakin sesak di Jakarta serta sehingga menimbulkan kemacetan di mana mana.

Pemerintah Jakarta harusnya menyiapkan regulasi yang mewajibkan seluruh pabrik sekitar Jakarta mengolah limbah dengan baik. Juga membatasi kendaraan bermotor.

Mitigasi Dilakukan 
Sejaan dengan hal tersebut Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, hingga saat ini kabupaten Karawang tengah menindaklanjuti isu polusi ini dengan melakukan mitigasi.

Dengan memperketat dan memeriksa kembali ragam aturan sisi AMDAL dan peraturan teknologi ramah lingkungan untuk memitigasi semakin memperburuknya polusi di Jakarta.

Pasalnya, berdasarkan data Global Energy Monitor, terdapat 16 PLTU yang berlokasi berdekatan dengan Jakarta. Ini terdiri dari 10 PLTU di Banten dan enam PLTU di Jawa Barat.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan polusi udara di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) utamanya disebabkan oleh pencemaran udara di Jabodetabek berasal dari kendaraan bermotor.

Siti Nurbaya mengungkapkan, hingga 2022 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutananan (KLHK) mencatat ada 24,5 juta kendaraan bermotor. Dari angka itu, 19,2 juta di antaranya merupakan sepeda motor.

Siti Nurbaya membantah bahwa, pencemaran udara di Jakarta tidak disebabkan karena polutan yang dikeluarkan dari PLTU Suralaya. Hasil analisis KLHK menemukan uap hasil cerobong asap PLTU Suralaya per 27 Juli - 9 Agustus menemukan uapnya bergerak tidak ke arah jakarta, tetapi ke arah selat sunda.

Lebih lanjut dalam Rapat Terbatas, menteri KLHK menjelaskan jika Dirut PLN Darmawan Prasodjo diminta melaporkan mana saja pembangkit-pembangkit yang bisa menyebabkan polusi. Baik pembangkit sekitar hingga individual.