Tren Leisure

Jadi Permasalahan Utama Perfeksionisme, Berikut 4 Cara Memutus Siklus Perenungan

  • JAKARTA - Perfeksionisme kerap menjadi masalah umum banyak orang dalam menyelesaikan masalah dan pekerjaan mereka. Meski beberapa orang berpendapat perfeksionis
Photo by Karolina Grabowska: https://www.pexels.com/photo/woman-in-black-v-neck-shirt-wearing-eyeglasses-7681063/
Photo by Karolina Grabowska: https://www.pexels.com/photo/woman-in-black-v-neck-shirt-wearing-eyeglasses-7681063/ (Pexels/ Karoline Grabowska)

JAKARTA - Perfeksionisme kerap menjadi masalah umum banyak orang dalam menyelesaikan masalah dan pekerjaan mereka. Meski beberapa orang berpendapat perfeksionisme mungkin bagus bagi Anda karena dapat memberikan pekerjaan yang berkualitas tinggi, perfeksionis juga memiliki dampak negatif yang tidak dapat dipandang sepele seperti menyebabkan kecemasan yang tidak perlu, mengganggu produktivitas, dan memperlambat progres pekerjaan Anda. 

Peneliti Harvard seperti dilansir oleh TrenAsia.com dari laman resmi Harvard Business Review pada Jumat, 23 Juni 2023 mengatakan adalah satu hal yang memiliki kaitan erat dengan sifat perfeksionisme yaitu siklus perenungan. Siklus perenungan adalah kecenderungan untuk merenungkan secara berlebihan dan berulang kali terkait suatu pemikiran, masalah, atau pekerjaan, tanpa pernah benar-benar menemukan solusi atau penyelesaian. 

Alice Boyes, mantan psikolog klinis dan penulis buku The Healthy Mind Toolkit: Simple Strategies to Get Out of Your Own Way and Enjoy Your Life mengatakan bahwa siklus perenungan ini memiliki kaitan dengan kecemasan. "Ini terkait dengan kecemasan" katanya. 

Selain itu, Boyes juga berpendapat bahwa orang-orang yang kerap melakukan siklus perenungan ini cenderung "kurang memaafkan diri sendiri" Baginya hal tersebut sangatlah tidak sehat dan tidak produktif. Ia berbagi cara untuk memutus siklus perenungan tersebut. 

Cara Memutus Siklus Perenungan 

1. Mengidentifikasi Pemicunya 

Langkah pertama untuk menghentikan kebiasaan ini adalah dengan "belajar mengenali ketika Anda sedang merenung". Boyes menyarankan Anda untuk mencari tahu apa yang membuat Anda marah. Catat situasinya, dimana Anda berada, kapan kejadian tersebut terjadi, siapa yang ada di sekitar Anda. 

"Temukan pola konsisten Anda" kata Boyes. Lalu pikirkan tentang cara-cara yang dapat Anda hindari atau kendalikan faktor-faktor tersebut. 

2. Jangan Percayai Reaksi Pertama Anda 

Ketika Anda tiba-tiba memikirkan peristiwa masa lalu, contohnya seperti ketika Anda berinteraksi dengan kerja. Sadari bahwa hal tersebut dapat memicu Anda untuk melakukan siklus perenungan jadi berhati-hatilah. 

Boyes berkata situasi ini membuat Anda tidak bisa melihat semuanya secara logis dan akurat. Saat Anda merenung "Anda cenderung berfokus pada semua hal buruk" katanya. 

"Jadi, Anda tidak bisa mempercayai apa yang dikatakan oleh pikiran perenungan Anda." ketika hal ini terjadi berusahalah untuk mengambil jarak, melihat semuanya dari berbagai perspektif, baru mulai mengambil tindakan. 

3. Carilah Pengalihan 

"Pengalih perhatian itu berguna", kata Boyes. Ia menyarankan Anda untuk melakukan pekerjaan yang ringan-ringan terlebih dahulu "Lakukan sesuatu yang membutuhkan kemampuan kognitif tetapi juga membosankan dan menimbulkan kecemasan, seperti mengisi laporan pengeluaran" katanya. 

Menurut Boyes, seringkali menghabiskan waktu cukup hanya 10 menit saja untuk tugas ringan tersebut dapat efektif "mematahkan rantai" perenungan. 

4. Berpikiran Positif 

Merenung seringkali mengarah kepada "penghindaran" tugas-tugas tertentu, kata Boyes. Ada keinginan untuk melakukan tugas sebaik mungkin agar Anda tidak perlu melakukan tugas yang lain "Ada perasaan, jika saya tidak bisa melakukannya dengan sempurna, saya tidak akan repot" katanya.

Untuk melawan pemikiran ini, cobalah untuk merenungkan kejadian di masa lalu ketika Anda sukses menyelesaikan tugas meski hasilnya tidak sempurna 100%. Dengan mengingat ini, Anda bisa melihat bahwa hasil dapat tetap tercapai meskipun Anda tidak 100% yakin dengan hasil pekerjaan Anda sendiri. 

Nah, berikut tadi adalah artikel mengenai cara memutus siklus perenungan yang kerap menjadi masalah seseorang yang perfeksionis. Semoga bermanfaat!

Tags: