BUMN

Jadi Kekuatan Besar, 844 BUMN Resmi Gabung Danantara

  • Pemimpin Danantara harus kompeten di bidangnya baik dalam maupun luar negeri, kompeten dalam menghadapi tantangan yang ada dan terus memperbaiki dirinya agar kompetensi terus meningkat.
1000457210.jpg
Kantor Danantara Cikini (Debrinata/TrenAsia)

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menguraikan sejumlah langkah strategis yang akan memulai perjalanan badan investasi tersebut.

CEO Danantara Rosan P. Roeslani mengatakan, ada 844 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah bergabung ke Danantara. Bergabungnya ratusan BUMN ini sudah berlangsung sejak 21 Maret 2025.

“Sejak 21 Maret 2025 seluruh BUMN yang berjumlah 844 ini sudah resmi menjadi bagian milik dari Danantara Indonesia,” ujarnya dalam acara Town Hall Danantara Indonesia, di Jakarta, pada Senin, 28 April 2025.

Rosan mengungkapkan, bergabungnya seluruh BUMN ke Danantara ini adalah demi kepentingan rakyat hingga anak cucu. Oleh karena itu, Danantara membutuhkan semua lapisan negara, dunia usaha hingga koperasi untuk mencapai Indonesia yang mandiri.

Rosan menuturkan, Danantara dan seluruh BUMN ini harus memiliki karakter, kompetensi dan komitmen (3K). Karakter artinya, seluruh pemimpin BUMN  harus mempunyai karakter yang bersih, profesional, menjiwai Pancasila dan UUD 45.

Dia mengatakan pemimpin Danantara harus kompeten di bidangnya baik dalam maupun luar negeri, kompeten dalam menghadapi tantangan yang ada dan terus memperbaiki dirinya agar kompetensi terus meningkat.

“Sehingga sebagai pimpinan dari seluruh Danantara dan BUMN ini bisa menjalankan dengan baik dengan benar dan juga memberikan azas manfaat yang luar biasa,” lanjutnya.

Lanjut Rosan, komitmen, artinya selalu menjunjung tinggi good governance tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, akuntabilitas, integritas dan taat kepada peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya, BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID bersama Lembaga Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengumumkan kerja sama proyek strategis senilai US$14,3 miliar atau Rp241,2 triliun (Kurs Rp16,870 per dolar AS).

Adapun, nilai investasi proyek strategis hilirisasi yang terdiri dari Smelter Grade Alumina Refinery Fase 2 di Memawah, Ekspansi Aluminium Smelter di Mempawah, Industri Smelter Copper di Gresik dan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV Battery Ecosystem) di Halmahera.

Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID, Dilo Seno Widagdo menurutnya, peran Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia sangat krusial untuk mendorong proyek-proyek unggulan, khususnya di sektor industri manufaktur berbasis sumber daya alam.