Isu Sepakat Merger dengan Grab Kian Kencang, Ini Jawaban Resmi Gojek
Menurut sumber anonim yang mengetahui hal tersebut mengatakan, Grab telah menawarkan Gojek saham sebesar 30% pada entitas baru tersebut.

Drean Muhyil Ihsan
Author


Atribut helm pengemudi ojek daring GrabBike dan Gojek tampak di atas armada yang terparkir di kawasan Gandaria, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Wacana penggabungan (merger) dua raksasa teknologi Asia Tenggara, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia) dan Grab kembali mencuat.
Kabar ‘perkawinan’ kedua pihak ini pun disebut-sebut segera terwujud berhasil mempersempit perbedaan pandangan yang selama ini terjadi.
Dalam laporan DealStreetAsia, dikutip pada Kamis 3 Desember 2020, menyatakan keduanya hanya perlu menyelesaikan beberapa kesepakatan sebelum proses penggabungan perusahaan.
- 7 Cara Dapatkan Modal Bisnis di Tengah Pandemi
- Mengenal P2P Lending DanaRupiah: Kredit Online Untuk Pertanian
- Skema Penjualan Saham Start Up Unicorn Gojek hingga Tokopedia di BEI Lewat DCS dan MVS
Menurut sumber anonim yang mengetahui hal tersebut mengatakan, Grab telah menawarkan Gojek saham sebesar 30% pada entitas baru yang akan didirikan setelah merger. Namun, manajemen Gojek dan para pemegang sahamnya meminta porsi lebih besar dengan alasan tingginya penetrasi Gojek di Indonesia, yang merupakan pasar terbesar di ASEAN.
Pada negosiasi yang berlangsung secara privat itu menghasilkan beberapa kesepakatan. Di antaranya menjadikan pendiri Grab, Anthony Tan sebagai CEO perusahaan gabungan tersebut.
Sementara, para eksekutif Gojek akan memimpin operasional dari entitas baru itu, dan khusus untuk wilayah Indonesia, akan tetap menggunakan merek Gojek.
“Kedua merek dapat dijalankan secara terpisah untuk jangka waktu yang lama,” kata sumber yang ingin identitasnya dirahasiakan itu.
- Tekan Impor BBM, Pembangunan PLTS Jadi Fokus Utama
- Pembangunan 12 Tangki BBM 65.000 Kiloliter di Indonesia Timur Rampung
- Kembali Turun, Berikut Hasil Lelang SUN Sejak Awal Tahun
Saat dikonfirmasi, Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita menolak untuk berkomentar terkait rumor yang beredar di pasar. Baginya, saat ini fundamental bisnis Gojek semakin kuat termasuk di masa pandemi.
Ia menyatakan, beberapa layanan Gojek bahkan telah mencatatkan kontribusi margin positif. “Kami terus memprioritaskan pertumbuhan yang berkelanjutan untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna dan mitra kami di seluruh tempat kami beroperasi,” ujarnya kepada TrenAsia.com, Kamis 3 Desember 2020. (SKO)
