Investasi Reksa Dana Saham Paling Hancur, Global Fund Melejit
JAKARTA – Dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksa dana sudah turun 12,15% per akhir Mei 2020. Nilainya menjadi Rp476,29 triliun dari periode akhir 2019 senilai Rp542,17 triliun. Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hampir sebagian jenis reksa dana mencatat penurunan. Namun hanya ada satu jenis reksa dana yang justru tumbuh. Adalah reksa […]

Issa Almawadi
Author


Ilustrasi investasi emas di Tanamduit. / Facebook @tanamduit.id
(Istimewa)JAKARTA – Dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksa dana sudah turun 12,15% per akhir Mei 2020. Nilainya menjadi Rp476,29 triliun dari periode akhir 2019 senilai Rp542,17 triliun.
Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hampir sebagian jenis reksa dana mencatat penurunan. Namun hanya ada satu jenis reksa dana yang justru tumbuh.
Adalah reksa dana global (global fund). AUM reksa dana berbasis efek luar negeri ini tumbuh 12,52% dari Rp7,27 triliun menjadi Rp8,18 triliun year-on-year (yoy).
- Bank Mandiri Raup Laba Kuartal I-2020 Tumbuh 9,44% Jadi Rp7,92 Triliun
- Pelindo III Gandeng Perusahaan Korea Bangun Gudang Pendingin di Jatim
- Melesat 3,13% ke Atas 5.000 dalam 2 Hari, IHSG Masih Rentan Koreksi
- Objek Wisata Gunung dan Pantai di Garut Resmi Dibuka Lagi
- Investasi Reksa Dana Saham Paling Hancur, Global Fund Melejit
Adapun selain reksa dana selain global fund kompak turun. Salah satu reksa dana yang turun paling dalam adalah reksa dana saham, dengan penurunan hingga 28,46% dari Rp139,16 triliun per akhir 2019 menjadi Rp99,55 triliun.
Selain itu ada juga reksa dana indeks dengan penurunan 19,91% dari Rp8,74 triliun menjadi Rp7 triliun. Disusul reksa dana campuran dengan penurunan 18,47% dari Rp30,86 triliun menjadi Rp25,16 triliun.
Begitu pula dengan reksa dana yang bisa ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau exchange traded fund dengan penurunan 15,79% dari Rp14,19 triliun menjadi Rp11,95 triliun.
Sementara jenis reksa dana lain turun secara bervariasi di bawah 10%. Seperti reksa dana pasar uang dengan penurunan 9,38% dari Rp69,18 triliun menjadi Rp62,69 triliun. Reksa dana pendapatan tetap (RDPT) dengan penurunan 6,48% dari Rp120,97 triliun menjadi Rp113,13 triliun.
Serta reksa dana terproteksi dengan penurunan 2,11% dari Rp150,77 triliun menjadi Rp147,59 triliun dan reksa dana berbasis sukuk dengan penurunan 1,94% dari Rp1,03 triliun menjadi Rp1,01 triliun. (SKO)
