Inilah Rintangan Keuangan Terbesar yang Dihadapi Anak Muda
- Inilah rintangan keuangan terbesar yang dihadapi anak muda dan cara mengatasinya.

Justina Nur Landhiani
Author


JAKARTA - Bagi Anak muda, mungkin selama ini selalu mengandalkan orang tua untuk mengelola masalah keuangan selama bertahun-tahun. Hal tersebut mungkin membuat Anda kesulitan memahami hal dasar mengenai keuangan pribadi.
Saat Anda lulus dari perguruan tinggi, mungkin Anda dengan tiba-tiba harus bertanggung jawab atas segala macam keputusan keuangan yang penting. Saat belajar mengelola keuangan, Anda mungkin menghadapi beberapa rintangan berikut ini.
- OJK: Hak Kekayaan Intelektual Boleh Jadi Jaminan Utang, Tapi...
- Gandeng Rukita, OCBC NISP Siapkan Kredit Rp724 Miliar untuk Milenial yang Mau Bisnis Co-Living
- Dukung Bisnis Berkelanjutan, Japfa Comfeed Indonesia Fokus Sediakan Protein Bergizi
Tidak Mengetahui Literasi Keuangan
Literasi keuangan merupakan kemampuan penting yang harus dipelajari untuk mengelola keuangan Anda. Kabar baiknya, mengelola keuangan bukan merupakan keterampilan bawaan sehingga bisa dipelajari seperti matematika, membaca, dan menulis.
Sayangnya, pengetahuan soal literasi keuangan jarang diajarkan di sekolah. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengambil inisiatif untuk belajar soal penganggaran, hidup sesuai kemampuan, membayar tagihan tepat waktu, mengelola kredit dan utang, dan merencanakan pensiun.
Mengalami Tekanan Sosial
Salah satu rintangan terbesar adalah mengatasi tekanan sosial. Tekanan sosial itu bisa berupa datang dari generasi yang lebih tua yang kerap memberikan nasihat keuangan.
Padahal, antara generasi satu dengan generasi lainnya mungkin tidak mengalami keadaan yang sama. Orang dewasa muda mungkin bisa memilih untuk menunggu lebih lama untuk menikah, menunggu lebih lama untuk pindah ke pinggiran kota, dan menunggu lebih lama untuk punya anak sampai kondisi finansial memadai.
Hal itu akan berdampak pada keputusan keuangan yang diambil oleh anak muda. Biasanya anak muda memilih untuk menyewa rumah sehingga lebih fleksibel untuk berpindah pekerjaan dan pindah kota lain dengan cepat, daripada harus membeli rumah dengan harga yang tinggi.
- Kapal Kembaran Moskva yang Tenggelam di Laut Hitam Pulang Kandang
- Uang Rupiah Baru Diterawang Tak Ada Tiga Angka Nol, BI Buka Suara soal Redenominasi
- Bintik Matahari Seukuran Planet Menghadap Bumi, Siap Tembakkan Radiasi Elektromagnetik
Ketakutan Terlilit Utang
Anda mungkin takut terlilit utang karena khawatir tidak dapat membayarnya. Namun, sebetulnya Anda tidak perlu terlalu khawatir terhadap hal tersebut. Hal ini karena Anda tetap bisa berutang jika bisa mengontrol dan mampu mengkalkulasi dahulu apakah pendapatan yang Anda miliki sanggup melunasi utang yang Anda punya.
Akan tetapi, ada baiknya jika Anda tidak berutang terlalu besar. Cobalah untuk membatasi utang tidak lebih dari 35% penghasilan agar Anda tidak mengalami kesulitan saat melunasinya.

Ananda Astri Dianka
Editor
