Inilah Kekuatan yang Tengah Dipamerkan Amerika di Laut China Selatan
- Angkatan Laut Amerika merilis rekaman unjuk kekuatan gabungan yang sangat besar di Laut Filipina yang mencakup dua kelompok tempur Kapal Induk, dua Grup Amfibi, dan sebuah ‘perusak helikopter’ milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF), JS Hyuga.

Amirudin Zuhri
Author


FILPINA-Angkatan Laut Amerika merilis rekaman unjuk kekuatan gabungan yang sangat besar di Laut Filipina yang mencakup dua kelompok tempur Kapal Induk, dua Grup Amfibi, dan sebuah ‘perusak helikopter’ milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF), JS Hyuga.
Dua kapal induk yang terlibat dalam aksi unjuk kekuatan besar-besaran ini adalah USS Carl Vinson USS Abraham Lincoln. Adm.J.T. Anderson kelompok tempur Abraham Lincoln mengatakan bahwa operasi itu dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan tempur kami yang kredibel, meyakinkan sekutu dan mitra, dan menunjukkan tekad Angkatan Laut Amerika memastikan stabilitas regional.
Lantas sebesar apa kekuatan yang sedang dipamerkan ini? Untuk diketahui kelompok tempur Carl Vinston terdiri dari kapal induk USS Carl Vinson yang membawa Carrier Air Wing (CVW) ke 2, kapal penjelajah kelas Ticonderoga USS Lake Champlain, serta kapal perusak kelas Arleigh Burke USS Stockdale dan USS Chafee. Selain itu kelompok tempur diisi kapal pengisian ulang USNS Yukon serta kapal kargo dan amunisi kering USNS Washington Chambers.
- Investor Singapura, Mahongany Global Invesment Gelar Tender Wajib Saham Wahana Interfood (COCO), Harga Rp319 Per Saham
- Transplantasi Rambut Manusia Berhasil di Tikus Ini, Apa Gunanya?
- Listing Perdana Di Bursa Saham ALSC Ditutup ARA, Saat IHSG Terkoreksi
Sedangkan kelompok tempur USS Abraham Lincoln membawa Carrier Air Wing (CVW) 9. Kapal induk dikawal penjelajah Kelas Ticenderoga USS Mobile Bay. dan kapal perusak kelas Arleigh Burke USS Fitzgerald, USS Gridley, USS Sampson, dan USS Spruance.
Kapal selam selalu menemani kelompok penyerang kapal induk dan kelompok siap amfibi, meskipun Pentagon biasanya tidak mempublikasikan kehadiran mereka.
Dari dua kelompok tempur tersebut maka total kekuatannya terdiri dari dua kapal induk, dua penjelajah Kelas Ticenderoga, lima destroyer kelas Arleigh Burke dan sedikitnya dua kapal selam. Semua kapal ini menggendong ratusan rudal baik untuk pertahanan udara maupun untuk serangan darat atau maritim.
Kekuatan yang berbahaya terletak di sayap tempur kapal induk. Wing kapal induk biasanya terdiri dari 44 jet tempur F/A-18 Super Hornet atau F-35C. Selain itu juga diisi 5 pesawat perang elektronik EA-18 Growler, 4 pesawat peringatan dini E-2C Hawkeye dan 2 pesawat angkut C-2A Greyhound. Untuk helikopter mereka membawa 8 MH 60S dan 11 MH60R
Dengan dua kelompok tempur kapal induk berarti kekuatan tempur udaranya sekitar 88 jet tempur, 10 Growler dan 8 E-2C Hawkey. Sejujurnya ini menjadi kekuatan yang sangat mengesankan. Bahkan melebihi kekuatan penuh sebuah negara.
Sementara dua grup amfibi yang bergabung adalah Amphibious Ready Group (ARG) USS Essex dan Expeditionary Strike Group (ESG) USS America.
- Ini Desain Rumah yang Bakal Jadi Tren dan Banyak Dicari Tahun 2022
- BRI Ventures Gandeng Tokocrypto Luncurkan Blockchain Akselerator
- Mulai Konstruksi, Proyek Smelter Amman Mineral Ditargetkan Selesai 2023
ARG Essex meilputi LHD USS USS. LPD USS Portland dan LSD USS Pearl Harbor. Sementara ESG America terdiri dari LHD USS America, LPD USS Green Bay dan LSD USS Ashland. Mereka juga membawa Marine Expeditionary Unit. Unit yang siap untuk melakukan pertempuran kapanpun diperlukan. Selain membawa helikopter, kapal amfibi juga mampu mengirimkan kendaraan lapis baja untuk operasi amfibi.
Sayangnya unjuk kekuatan ini diwarnai cela dengan jatuhnya sebuah F-35C saat hendak mendarat ke kapal induk USS Carl Vinson.
Operasi kapal induk ganda Angkatan Laut Amerika di Laut China Selatan terjadi tidak lama setelah Taiwan melaporkan dua manuver besar jet tempur China ke wilayah identifikasi pertahanan udara atau ADIZ mereka minggu ini.
Pada 23 Januari, China mengirim total 39 pesawat melalui sudut barat daya zona identifikasi pertahanan udara Taiwan. Mereka termasuk dua pesawat perang elektronik Y-9G, sepuluh pesawat tempur multiperan Chengdu J-10, 24 pesawat tempur J-16 , sepasang pesawat Shaanxi Y-8 ELINT, dan sebuah pesawat pengebom Xian H-6. Pada 24 Januari, 13 pesawat China kembali memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.
