Inilah Alasan Mengapa Orang yang Tidak Mendapatkan Vaksin Berisiko Tinggi Terhadap COVID-19
Inilah alasan mengapa orang yang tidak mendapatkan vaksin berisiko tinggi terhadap COVID-19

Justina Nur Landhiani
Author


JAKARTA – Pandemi COVID-19 tampak belum mereda. Bahkan, kini muncul varian COVID-19 baru yaitu varian Delta dan Delta plus.
Oleh karena itu, pencegahan agar tidak tertular COVID-19 sangatlah penting. Termasuk menjaga kebersihan, menjaga jarak, memakai masker serta melakukan vaksinasi COVID-19.
- Modernland Realty Raup Marketing Sales Rp341 Miliar pada Kuartal I-2021
- Waskita Karya Raih Kontrak Pembangunan Jalan Perbatasan RI-Malaysia Rp225 Miliar
- Pengelola Hypermart (MPPA) Berpotensi Meraih Rp670,85 Miliar Lewat Private Placement
Seperti yang dikutip dari laman Healthline, vaksin COVID-19 yang tersedia terbukti sangat efektif mencegah orang mengembangkan kasus COVID-19 yang parah.
Selain itu, hampir semua kasus infeksi COVID-19 yang baru di Amerika Serikat yang mengharuskan rawat inap di rumah sakit adalah orang-orang yang tidak divaksinasi.
Juga, para ahli mengawasi penyebaran mutasi virus COVID-19, seperti varian delta yang terbukti lebih mudah menular dan menghasilkan gejala yang lebih parah. Varian itu berasal dari India, di mana gelombang infeksi mengepung negara tersebut bulan lalu.
- Cara Membuang Sampah dari Pasien COVID-19 yang Sedang Isolasi Mandiri
- Netflix Dikabarkan Berencana Perkenalkan Video Game
- Viral di Twitter Akibat Tak Sengaja Makan Babi, Ini Cara Mengetahui Makanan Mengandung Babi Agar Tak Keliru
Menurut mantan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Dr. Tom Frieden, orang yang divaksinasi sepenuhnya kemungkinan besar telah terlindungi dengan baik terhadap varian yang diidentifikasi sejauh ini, termasuk varian delta, terutama jika menyangkut penyakit yang parah.
Namun, jika hanya mendapatkan satu dosis saja, maka hanya akan terlindungi sebagian.
Penyebaran delta dan varian lainnya membuat para ahli khawatir bahwa orang yang tidak divaksinasi dapat menularkan versi virus yang lebih kuat dan berbahaya dalam beberapa bulan mendatang.
Hal ini sangat memprihatinkan karena vaksin COVID-19 saat ini dengan izin darurat dari Food and Drug Administration hanya dapat diberikan kepada orang berusia 12 tahun ke atas.
