Tren Ekbis

Inilah 7 Jurus Terbaru Pemerintah Tangkal Resesi di Q3 2020

  • JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan pemerintah kini tengah mengatur tujuh strategi untuk mempercepat realisasi...

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan pemerintah kini tengah mengatur tujuh strategi untuk mempercepat realisasi anggaran di sejumlah pos strategis.

Sebut saja realisasi anggaran penanganan COVID-19, program-program di kementerian/lembaga (K/L), dan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Akselarasi realisasi belanja program-program strategis ini bertujuan agar ekonomi Indonesia tahun ini tumbuh positif,” kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RKTM), Jumat, 21 Agustus 2020.

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2020 lalu tercatat minus 5,32%. Agar tidak terjadi resesi, pemerintah menargetkan adanya pertumbuhan positif pada kuartal III-2020 dengan cara mempercepat belanja pemerintah.

Tujuh Strategi

Dalam rapat tersebeut, Airlangga menjelaskan ketujuh strategi pemerintah dalam upaya akselarasi belanja tersebut yaitu pertama pinjaman PEN daerah diatur dalam Peraturan menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2020.

Kedua, adanya suntikan dana insentif daerah (DID) untuk program PEN. Ketiga, program padat karya lewat peremajaan sawit rakyat (PSR). Keempat, pengembangan desa digital dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) digital.

Kelima, pemerintah bakal menambah kuota anggaran Program Kartu Prakerja. Keenam, menggalakkan gerakan belanja di pasar rakyat. Ketujuh, program padat karya dalam pembangunan proyek strategis nasional (PSN).

Ketujuh strategi di atas masih ditambah dengan sejumlah program besutan K/L juga telah seperti program bangga buatan Indonesia, program beli karet untuk aspal 2020-2021.

Kemudian ada program beli bahan baku industri kecil dan menengah, program beli (diskon) produk UMKM, program beli produk rakyat lewat Pegadaian, dan program padat karya penyangga wisata.

Per 14 Agustus 2020, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis serapan anggaran sejumlah program bantaun sosial.

Tercatat,  program keluarga haraoan (PKH) merupakan program dengan realisasi anggaran tertinggi mencapai Rp26,59 triliun atau 71% dari pagu Rp37,4 triliun.

Artinya, realisasi anggaran PKH telah disalurkan kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).