Nasional

Inggris Akui Fregatnya Bertabrakan dengan Kapal Selam Rusia

  • Kementerian Pertahanan Inggris mengkonfirmasi fregat Tipe 23 HMS Northumberland milik Royal Navy bertabrakan dengan kapal selam Angkatan Laut Rusia di Samudra Atlantik Utara.
hms-northumberland.jpg
HMS Northumberland (Royal Navy)

LONDON-Kementerian Pertahanan Inggris mengkonfirmasi fregat Tipe 23 HMS Northumberland milik Royal Navy bertabrakan dengan kapal selam Angkatan Laut Rusia di Samudra Atlantik Utara. Insiden tersebut terjadi dua tahun lalu dan kedua kapal dilaporkan rusak. Ini menjadi yang pertama dari jenisnya, setidaknya yang terungkap di publik sejak berakhirnya Perang Dingin.

Tabrakan tahun 2020 pertama kali terungkap dalam episode terbaru dari acara televisi Warship: Life At Sea di Channel 5 di Inggris. Kapal selam Rusia disebut menabrak sonar array ditarik di belakang kapal Inggris.

Acara tersebut tidak tersedia untuk pemirsa di luar Inggris, tetapi dilaporkan kedua kapal dilaporkan terlibat dalam 'permainan kucing-dan-tikus'. Tidak disebutkan jenis kapal selam Rusia yang terlibat.

Acara tersebut melaporkan saat insiden terjadi HMS Northumberland sedang mencari kapal selam di Lingkaran Arktik setelah menghilang dari radar kapal. Fregat kemudian menemukan kapal selam serang menggunakan sonar array yang ditarik. Sebuah tabung panjang yang dilengkapi dengan hidrofon sensitif untuk mendengarkan di bawah air.

Kemudian sebuah periskop terlihat di permukaan oleh helikopter Merlin sebelum kapal selam Rusia itu menyelam lagi dan mengenai sonar HMS Northumberland.

Ini diyakini pertama kalinya insiden seperti itu didokumentasikan dan dipublikasikan. Akan tetapi, itu hanya merujuk pada insiden-insiden sejak runtuhnya Uni Soviet. Kapal angkatan laut Inggris dan Soviet termasuk kapal selam diketahui telah saling menabrak selama Perang Dingin.

Kementerian Pertahanan Inggris dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip The Times Inggris Jumat 7 Januari 2022 mengatakan Angkatan Laut Inggris secara teratur melacak kapal dan kapal selam asing. Dan pada akhir 2020 saat insiden itu terjadi sebuah kapal selam Rusia yang dilacak oleh HMS Northumberland mengalami kontak dengan sonar yang ditariknya. 

Northumberland adalah salah satu fregat Tipe 23. Sejak beberapa tahun lalu kapal dilengkapi dengan sonar ditarik Tipe 2087 yang ditingkatkan, yang merupakan tipe Low Frequency Active (LFAS). Tetapi sonar dapat dioperasikan dalam mode aktif dan pasif. 

Keadaan pasti dari insiden ini tidak diketahui. Namun, tabrakan yang melibatkan kapal selam, bahkan tipe modern dengan sonar canggih dan sensor lainnya, dapat terjadi karena berbagai alasan.

Tingkat kerusakan pada kedua kapal juga tidak jelas. Ada laporan yang belum dikonfirmasi bahwa sonar Northumberland tidak dapat dioperasikan setelah insiden tersebut. Ini memaksanya untuk menuju ke pelabuhan yang tidak ditentukan untuk perbaikan.

Siaran pers resmi Angkatan Laut Kerajaan mengenai kegiatan fregat antara September dan Desember 2020 menyebutkan,  saat itu kapal merupakan bagian dari kelompok tempur kapal induk HMS Queen Elizabeth, juga dikenal sebagai Kelompok kelompok tempur kapal induk Pembawa 21. Namun dalam siaran pers kala itu tidak disinggung tentang adanya insiden tersebut. Hanya disebutkan dikatakan kapal berhenti di Dundee, Lerwick dan Faslane selama misi terakhirnya. Semua lokasi ini berada di Skotlandia.

Tampaknya sangat masuk akal bahwa kapal selam Rusia yang dimaksud membayangi kelompok tempur Queen Elizabeth. 

Pengungkapan insiden ini terjadi setelah bertahun-tahun pejabat militer Inggris serta Amerika Serikat membunyikan alarm tentang peningkatan signifikan dalam aktivitas kapal selam Rusia di Atlantik Utara. Dalam beberapa tahun terakhir, Angkatan Laut Rusia telah menerjunkan sejumlah kapal selam baru, lebih modern, dan lebih tenang yang jauh lebih sulit untuk dilacak.

Penempatan kapal selam rudal baru Project 885 Kelas Yasen dan Project 885M Yasen-M oleh Rusia telah menarik perhatian khusus dari pejabat militer barat.  Pengungkapan tabrakan ini tentu menggarisbawahi betapa adanya ketegangan nyata, serta potensi bahaya  yang dapat terjadi saat ini antara kapal angkatan laut Inggris dan Rusia yang beroperasi di wilayah tersebut.