Indocement Buka Tambang Andesit Baru Berkapasitas 600 Ton per Jam
- JAKARTA – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk masih cukup konsisten melakukan ekspansi di tengah situasi pandemi Covid-19. Terbaru, emiten bersandi INTP ini...

Fajar Yusuf Rasdianto
Author
JAKARTA – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk masih cukup konsisten melakukan ekspansi di tengah situasi pandemi Covid-19.
Terbaru, emiten bersandi INTP ini telah melakukan pembukaan tambang andesit baru di kawasan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pembukaan tersebut dilakukan oleh anak usaha Indocement, yakni PT Tatabatuh Manunggal.
- Makin Tajir, Konglomerat Hartono Brothers Kantongi Dividen BCA Rp1,38 Triliun
- BJB Salurkan Dana PEN Rp5 T dan Restrukturisasi Kredit Rp2,7 T
- Mumpung GSP Diperpanjang, BRI Dorong UKM Ekspor Produk ke Amerika Serikat
- Jonggring Saloko Gunung Semeru Meletus, Pendaki dan Ratusan Warga Dievakuasi
- Sri Mulyani Sudah Beri Insentif untuk 214.097 Perusahaan dan Wajib Pajak
Direktur & Corporate Secretary Indocement Tunggal Prakarsa Oev Marcos mengungkapkan, pembukaan tambang baru ini bertujuan untuk mendukung usaha Tatabatuh Manunggal dalam penyediaan batu split. Batu split ini dibutuhkan oleh industri beton siap pakai (ready-mix concrete) dan usaha penyediaan bahan bangunan.
Dana yang digunakan untuk pembukaan tambang andesit baru ini bakal diambil dari investasi para pemegang saham.
“Adapun kapasitas produksi yang terpasang pada lokasi ini adalah sebesar 600 ton per jam,” terang Marcos sebagaimana dinukil dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 2 November 2020.
Sebagai gambaran, Indocement berhasil mencatatkan penjualan sebesar 1,6 juta ton semen pada periode September 2020. Penjualan ini diklaim sebagai salah satu yang tertinggi di 2020.
Secara bulanan, volume penjualan semen ini naik 6,6% dari realisasi bulan sebelumnya yang hanya 1,6 juta ton.
Sementara itu, pada perdagangan Senin, 2 November 2020 pukul 14.11 WIB, saham INTP terkoreksi 1,02% ke level Rp12.100 per lembar. Kapitalisasi pasarnya masih berada di posisi Rp44,7 triliun.
