Korporasi

Incar Dana Segar Rp600 Miliar, Indonesia Prima Property Lakukan Rights Issue

  • Emiten yang bergerak di bidang persewaan ruang perkantoran, PT Indonesia Prima Property Tbk melaksanakan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
img4_content_28.jpg
Indonesia Prima Property (IPP.Co.Id)

JAKARTA - Emiten yang bergerak di bidang persewaan ruang perkantoran, PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) melaksanakan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Perusahaan dengan kode saham OMRE ini akan melakukan penambahan modal dengan skema HMETD dengan menerbitkan saham sebanyak-banyaknya 1.200.211.000 saham seri b baru dengan nilai nominal Rp200 atau sebesar 40,75%. Adapun harga pelaksanaan ada di angka Rp500.

Selain itu, jumlah dana yang dapat diterima perseroan dalam rights issue ini adalah sebesar Rp600 miliar.

"Saham tersebut akan ditawarkan lewat rights issue dan akan dibagikan kepada para pemegang saham perseroan yang tercatat pada tanggal 27 Desember 2022 dimana setiap pemilik 5.000 saham akan memperoleh 3.439 lembar saham," ungkap prospektus resmi OMRE, Senin, 19 Desember 2022.

Selanjutnya, First Pacific Capital Group Limited sebagai pemegang saham perseroan dengan kepemilikan 78,24% akan mengambil sebagian atas rights issue yang menjadi haknya sebanyak 140 juta saham seri B dengan harga pelaksanaan Rp500 dengan nilai sebesar Rp70 miliar dan pembayaran pelaksanaan rights issue dalam bentuk tunai.

Lalu, PT Manning Development selaku pemegang saham perseroan dengan kepemilikan 4,40% akan melaksanakan rights issue yang menjadi haknya sejumlah 52.864.101 lembar saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp500 dengan total keseluruhan mencapai Rp26,43 miliar.

Selain itu, rencana rights issue ini akan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan sebesar Rp600 miliar.

Sebaliknya, aksi korporasi ini juga akan menurunkan liabilitas perseroan kepada PT Manning Development sebesar Rp577 miliar.

Selanjutnya, perseroan merencanakan menggunakan dana hasil dari rights issue setelah dikurangi dengan biaya emisi adalah untuk pelunasan utang perseroan kepada PT Manning Development yang tidak dikonversikan menjadi saham melalui pelaksanaan rights issue.  Lalu, bila terdapat sisa, akan digunakan untuk biaya operasional kantor perseroan.