IHSG Tuju Level Resistance, Rekomendasi Saham AALI, JSMR, dan TPIA
Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menyebut indikator MACD masih menunjukkan adanya sinyal positif, diikuti oleh stochastic dan RSI yang berada di area netral.

Drean Muhyil Ihsan
Author


Karyawan melintas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 1 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Usai ditutup melemah, secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajar pada perdagangan Selasa, 9 Maret 2021.
CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyatakan IHSG diprediksi akan bergerak di bawah gelombang tekanan yang cukup besar pada rentang 6.202–6.378.
Jika IHSG tidak dapat mempertahankan support level terdekatnya, kata dia, maka IHSG masih berpeluang mengalami tekanan hingga beberapa waktu mendatang.
“Sedangkan masih tercatatnya capital inflow secara year-to-date (ytd) turut menjadi penopang bagi pergerakan IHSG. Hari ini IHSG berpotensi melemah,” ujar William melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Selasa, 9 Maret 2021.
- IHSG Masih Konsolidasi Usai Rilis BI Rate, Simak Saham EMTK, LSIP, ZYRX, dan WIKA
- Saham Pilihan Mirae Sekuritas Juni 2021: BBRI Ditendang Diganti PRDA, Temani ANTM hingga INCO
- IHSG Terancam Bearish Jelang Rilis BI Rate, Rekomendasi Saham AALI, SMRA, BNGA, dan GGRM
Meski indeks komposit diprediksi melemah, ia memberikan sejumlah rekomendasi saham yang menurutnya dapat dicermati hari ini. Antara lain AALI, JSMR, INDF, ASII, AKRA, CTRA, dan LSIP.
Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menyebut indikator MACD masih menunjukkan adanya sinyal positif, diikuti oleh stochastic dan RSI yang berada di area netral.
“Berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance minimum berada pada 6.179,13 hingga 6.351,18,” papar dia.
- Tidak Mampu Bayar Kupon Global, BEI Gembok Saham Garuda Indonesia
- Basis Investor Ritel Menguat, Kemenkeu Optimis SBN Ritel Diburu Investor
- 23 Perusahaan Antre IPO: Pak Erick, Masih Belum Ada BUMN di Daftar BEI
Berdasarkan chart, pergerakan IHSG telah menguji garis MA 20. Dengan begitu, lanjut Nafan, kemungkinan peluang terjadinya penguatan IHSG menuju ke level resistance masih terbuka lebar.
Ia pun merekomendasikan saham-saham yang dapat menjadi pertimbangan investor. Di antaranya BBNI, BJTM, BMRI, BSDE, INTP, serta TPIA.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,16% ke level 6.248,47 pada akhir sesi perdagangan Senin, 8 Maret 2021. Sebanyak 220 saham naik, 255 saham terkoreksi, dan 159 lainnya tak berubah alias stagnan. (SKO)
