IHSG Melorot 2 Persen, Sektor Properti Paling Gigit Jari
- Emiten besar di sektor properti tercatat menjadi yang paling mengalami koreksi. Sebut saja ada PT Pantai Indak Kapuk Dua Tbk (PANI) yang longsor sejauh 17,06% menjadi Rp9.600.

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA – Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berdarah-darah pada perdagangan pertama pekan ini, Senin 3 Februari 2025.
Sejak dibuka hingga penutupan sesi I, IHSG longsor sedalam 2,27% kembali ke level 6.947. Hingga siang ini, tak ada satupun indeks di bursa Indonesia yang bergerak di zona hijau. LQ45 tercatat minus 2,64%, IDX30 juga negatif 2,46%, lalu indeks Sri-Kehati drop -2,78%.
Setali tiga uang, kesebelas sektor industri di Bursa Efek Indonesia juga mengalami pelemahan yang seragam. Terdalam, pelemahan dialami oleh sektor properti yakni -3,36%. Emiten besar di sektor properti tercatat menjadi yang paling mengalami koreksi.
Sebut saja ada PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang longsor sejauh 17,06% menjadi Rp9.600. Ciputra Development Tbk (CTRA) yang terkoreksi -1,52% menjadi Rp970, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) -1,58%, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) turun 3,05%, dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melemah 3,03%.
Investor Analyst Stockbit Sekuritas, Edi Chandren, menjelaskan bahwa IHSG berada di bawah tekanan setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan kebijakan tarif impor baru pada Sabtu, 1 Februari 2025.
Kebijakan tersebut mencakup penerapan tarif impor sebesar 25% untuk Kanada dan Meksiko, tambahan tarif impor sebesar 10% di atas tarif yang sudah ada untuk China mulai Selasa, 4 Februari 2025, serta pajak 10% untuk impor minyak dari Kanada. Selain itu, ada kemungkinan tambahan tarif untuk minyak dan gas yang akan diumumkan pada pertengahan Februari 2025.
“Sebagai respons, Kanada dan Meksiko yang merupakan dua mitra dagang terbesar AS segera mengumumkan tarif balasan. Sementara itu, China berencana menantang kebijakan ini di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) serta mengambil langkah-langkah balasan lainnya. Kanada sendiri telah mengenakan tarif 25% pada impor AS senilai US$155 miliar,” jelasnya dalam riset pada Senin, 3 Februari 2025.
Pengumuman kebijakan tarif ini juga berdampak pada pasar global. Indeks USD (DXY) menguat ke 109,7 (+1,1%), sementara indeks saham berjangka AS melemah di sesi pagi perdagangan Asia. Nasdaq futures turun 2,35%, S&P 500 futures turun 1,8%, dan Nikkei Index Jepang turun 2,4% pada pembukaan perdagangan pagi ini.
Edi juga bilang penguatan dolar AS berpotensi memberikan tekanan tambahan bagi IHSG seiring meningkatnya ketidakpastian di pasar global. Hingga perdagangan tadi pagi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga ambruk menjadi Rp16.440 per US$.
Di pasar komoditas, kata Edi, harga minyak global acuan WTI di pasar futures naik 2% ke level US$73,97 per barel akibat kekhawatiran terganggunya pasokan minyak mentah dari Kanada dan Meksiko.
Sementara itu, harga emas mencatat rekor baru di atas US$2.800 per ons (+0,6%) pada Jumat, 31 Januari 2025, didorong permintaan safe haven akibat kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global dan tekanan inflasi.

Ananda Astri Dianka
Editor
