IHSG Konsolidasi, Ciptadana Bidik AMMN, EMTK, HEAL, dan INDF
- JAKARTA, TRENASIA.ID — Riset Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan empat saham sebagai pilihan trading jangka pendek pada Kamis, 22 Januari 2026. Keempat sa

Ananda Astri Dianka
Author


Ilustrasi Indofood Tower di Sudirman, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA, TRENASIA.ID — Riset Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan empat saham sebagai pilihan trading jangka pendek pada Kamis, 22 Januari 2026. Keempat saham tersebut adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Dalam riset terbarunya, Ciptadana menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak konsolidatif dalam jangka pendek. Meski demikian, tren utama pasar saham domestik masih tergolong bullish dan belum menunjukkan tanda pembalikan arah.
Untuk saham AMMN, Ciptadana mencermati pelemahan harga yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. Saham ini turun 0,33% dan ditutup di level Rp7.600 pada Rabu (21/1). Secara teknikal, AMMN masih berada dalam fase yang relatif lemah. Namun, peluang rebound jangka pendek dinilai terbuka dari area support di kisaran Rp7.375.
Pembalikan tren baru pada AMMN baru akan terkonfirmasi jika harga mampu bergerak stabil di atas Rp7.750. Selama level tersebut belum ditembus, setiap penguatan dinilai masih sebatas rebound teknikal. Strategi yang direkomendasikan adalah buy on weakness di sekitar Rp7.375, dengan batas risiko (stop loss) di Rp7.275 dan target penguatan ke Rp7.700.
Sementara itu, saham EMTK ditutup menguat 3,37% ke level Rp1.075. Kenaikan ini terjadi setelah EMTK melewati fase penurunan cukup dalam. Meski tren jangka menengahnya belum sepenuhnya pulih, saham ini dinilai belum masuk fase bearish.
Ciptadana menilai pergerakan EMTK masih cenderung konsolidatif dan membutuhkan penembusan di atas Rp1.075 untuk melanjutkan tren naik. Selama belum terjadi breakout yang meyakinkan, strategi perdagangan dalam rentang harga dinilai lebih relevan. Support terdekat berada di Rp1.025, dengan rekomendasi speculative buy di Rp1.075, stop loss di Rp1.010, dan target profit di Rp1.185.
Untuk saham HEAL, harga ditutup naik 2,16% ke level Rp1.420. Secara teknikal, saham rumah sakit ini masih berada dalam fase pembentukan dasar setelah mengalami tren turun yang cukup panjang. Potensi rebound jangka pendek mulai terlihat, meski tren naik baru akan terkonfirmasi apabila harga mampu menembus Rp1.495.
Selama level tersebut belum tercapai, HEAL diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas dengan karakter teknikal yang masih relatif lemah. Support terdekat berada di area Rp1.390. Strategi yang disarankan adalah speculative buy di Rp1.420, dengan stop loss di Rp1.380 dan target profit di Rp1.495.
Adapun saham INDF ditutup stagnan di level Rp6.700. Secara teknikal, INDF masih berada dalam fase bearish, namun koreksi yang terjadi saat ini dinilai lebih sebagai pullback dalam potensi pembentukan tren naik. Selama harga bertahan di atas level Rp6.575, peluang pembalikan arah dinilai masih terbuka.
Strategi yang direkomendasikan untuk INDF adalah speculative buy di Rp6.700, dengan stop loss di Rp6.550 dan target profit di Rp7.000.
Grafik Pergerakan IHSG
Sumber: Ciptadana Sekuritas Asia
Di sisi lain, IHSG pada perdagangan Rabu (21/1) ditutup melemah 124 poin atau 1,36% ke level 9.010. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 8.978 hingga 9.105. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, ASII, dan UNTR menjadi penekan utama pergerakan indeks.
Meski mengalami koreksi, Ciptadana menilai IHSG masih berada dalam tren naik yang kuat. Pergerakan indeks masih berada dalam kanal naik (rising channel), dengan struktur higher high dan higher low yang tetap terjaga. Pelemahan terbaru dinilai sebagai koreksi wajar dalam tren bullish, bukan sinyal perubahan arah.
Indikator Stochastic yang berada di area jenuh beli mulai bergerak turun, mengindikasikan potensi konsolidasi jangka pendek atau koreksi ringan. Namun, prospek tren menengah tetap positif selama IHSG mampu bertahan di atas level support utama.
Resistance terdekat IHSG berada di level 9.174, yang merupakan puncak tertinggi sebelumnya. Jika level ini mampu ditembus, peluang penguatan lanjutan menuju area atas kanal terbuka lebar. Sementara itu, level support berada di kisaran 8.715 dan 8.525. Selama indeks bertahan di atas 8.525, tren bullish IHSG masih dinilai valid.

Ananda Astri Dianka
Editor
