Tren Pasar

IHSG Dipantau Prabowo: Pentingnya Free Float Naik Jadi 15%

  • Prabowo pantau pasar modal, Airlangga umumkan kenaikan free float jadi 15% dan limit investasi Dapen 20%. Simak strategi pemerintah stabilkan IHSG.
Ilustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia-04.jpg
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 7 Juni 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memantau ketat gejolak pasar modal yang terjadi belakangan ini. Langkah ini diambil menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International atau MSCI serta penilaian terbaru dari lembaga rating global.

Pemerintah memastikan perhatian serius terhadap dinamika bursa saham demi menjaga kepercayaan investor domestik maupun asing di tengah ketidakpastian. "Kami memonitor atas arahan Bapak Presiden dan Bapak Presiden sudah memonitor terkait perkembangan pasar modal," kata Airlangga dalam konferensi pers Jumat, 30 Januari 2026. 

Airlangga mengklaim fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam posisi yang sangat kokoh dan stabil di mata pemerintah. Koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter juga berjalan baik yang tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang mulai membaik.

1. Reformasi Demutualisasi

Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar modal melalui percepatan proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia atau BEI dalam waktu dekat. Langkah strategis ini dinilai sangat krusial untuk mengubah struktur kepemilikan bursa agar lebih profesional dan independen dari kepentingan tertentu.

Airlangga menjelaskan bahwa proses transformasi ini sedang berjalan dan diharapkan dapat segera diselesaikan untuk memperkuat integritas pasar modal nasional. Perubahan struktur ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional bursa serta menyesuaikan diri dengan standar tata kelola bursa saham modern global.

Tujuan utama dari langkah besar ini adalah meminimalkan potensi konflik kepentingan yang selama ini membayangi pasar saham domestik. "Ini adalah transformasi struktural, di mana mengurangi benturan kepentingan di bursa efek," ujar Airlangga menekankan pentingnya independensi dalam pengelolaan pasar modal.

2. Kenaikan Free Float

Kebijakan kedua yang menjadi sorotan utama adalah rencana kenaikan batas minimal saham publik atau free float bagi emiten tercatat. Otoritas Jasa Keuangan dan BEI diminta menetapkan aturan baru yang menaikkan batas free float dari sebelumnya 7,5% menjadi 15%.

Kebijakan ini dinilai sangat vital untuk menjawab kekhawatiran investor global mengenai likuiditas dan aksesibilitas pasar saham Indonesia yang dianggap rendah. "OJK dan BEI diharapkan untuk menetapkan aturan yang meningkatkan free float dari 7,5% menjadi 15%," kata Airlangga menjelaskan regulasi.

Airlangga membandingkan standar Indonesia yang masih rendah dengan negara tetangga seperti Malaysia yang menetapkan angka free float 25%. Dengan menaikkan standar ini pemerintah berharap tata kelola emiten menjadi lebih terbuka dan menarik bagi arus modal asing yang masuk.

3. Relaksasi Investasi Institusi

Pemerintah juga mengeluarkan jurus ampuh untuk menyuntikkan likuiditas segar ke pasar modal melalui relaksasi aturan investasi bagi lembaga keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyepakati perubahan batas limit investasi bagi industri asuransi dan dana pensiun di instrumen pasar.

Batas maksimal investasi di pasar saham untuk kedua entitas keuangan raksasa tersebut akan dinaikkan secara signifikan pada tahun ini. Airlangga menyebutkan bahwa limit investasi yang sebelumnya hanya dipatok sebesar 8% kini akan diperbesar porsinya menjadi 20% dari total aset.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi katalis positif yang memperkuat basis investor domestik dalam menopang pergerakan indeks saham gabungan. Masuknya dana jumbo dari asuransi dan dana pensiun diyakini mampu meredam volatilitas pasar akibat keluarnya dana asing dalam jangka pendek ini.

4. Standar Internasional

Seluruh rangkaian kebijakan reformasi ini dirancang agar pasar modal Indonesia semakin selaras dengan standar praktik terbaik di level internasional. Regulasi baru terkait investasi institusi tersebut diklaim sudah sejalan dengan standar yang diterapkan di negara negara maju anggota organisasi OECD.

Penyesuaian standar ini penting untuk meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di mata investor global yang semakin selektif menempatkan dana. "Terkait dengan regulasi yang baru in sejalan dengan standar yang berpraktik di negara-negara OECD," ujar Airlangga mengenai harmonisasi aturan.

Dengan mengadopsi standar global pemerintah optimistis persepsi risiko investor terhadap pasar Indonesia akan membaik secara bertahap dan signifikan. Airlangga menambahkan bahwa langkah ini membuktikan Indonesia "sudah semakin dekat kepada permintaan standar internasional" dalam hal tata kelola dan regulasi keuangan.

5. Sinyal Pemulihan

Pemantauan intensif yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil positif pada pergerakan pasar saham menjelang akhir pekan perdagangan kali ini. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terpantau sudah mulai menunjukkan tanda tanda perbaikan kinerja pada perdagangan hari Kamis tanggal 29 Januari.

Tren positif tersebut berlanjut hingga sesi perdagangan pagi hari ini di mana indeks berhasil kembali bergerak ke zona penguatan. "Dan hari ini, pagi ini, masuk di dalam jalur hijau," kata Airlangga mengonfirmasi tren pemulihan kepercayaan pasar pasca gejolak sebelumnya.

Kombinasi antara fundamental ekonomi yang kokoh dan respons cepat kebijakan pemerintah menjadi kunci stabilitas pasar saat ini. Airlangga mengklaim bahwa perdagangan pasar modal ke depan akan semakin stabil dan menguntungkan seiring dengan implementasi demutualisasi dan aturan free float tinggi.