Tren Pasar

IHSG Bergejolak Imbas MSCI, Ini Rekomendasi CUAN dan INET

  • Keputusan MSCI membekukan kenaikan indeks saham menekan pergerakan IHSG. Di tengah volatilitas pasar, Ciptadana Sekuritas merekomendasikan saham CUAN dan INET.
Ilustrasi Pengamatan IHSG - Panji 1.jpg
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Kamis 16 Maret 2023. Hari ini (17/3) IHSG dibuka menguat 49,65 poin atau 0,76 persen ke posisi 6.615,3. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 9,87 poin atau 1,09 persen ke posisi 917,3. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID — Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sebagai pilihan trading pada Rabu, 28 Januari 2026. Rekomendasi ini dirilis di tengah tekanan pasar akibat keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait indeks saham Indonesia.

Dalam riset teknikal terbarunya, Ciptadana menilai kedua saham tersebut memiliki peluang rebound setelah mengalami koreksi dalam tren kenaikan jangka menengah.

CUAN Direkomendasikan Beli Saat Koreksi

Saham CUAN pada perdagangan Selasa (27/1) ditutup menguat 4,09% ke level Rp1.780. Meski demikian, secara teknikal saham ini tengah memasuki fase koreksi setelah sebelumnya tertahan di dekat level tertingginya.

Pergerakan harga CUAN saat ini cenderung bergerak mendatar di area permintaan penting, yang membuka peluang terjadinya pantulan harga. Level support terdekat berada di kisaran Rp1.640–1.675.

Ciptadana merekomendasikan beli saat harga melemah di area Rp1.720, dengan batas kerugian (stop loss) di Rp1.630 dan target keuntungan di Rp1.850.

INET Direkomendasikan Beli Spekulatif

Sementara itu, saham INET ditutup naik 1,36% ke level Rp448 pada perdagangan Selasa (27/1). Saat ini, INET mengalami koreksi teknikal setelah mencatatkan penguatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Harga saham bergerak konsolidasi di dekat area support penting. Meski terkoreksi, tren jangka menengah INET masih berada dalam fase naik atau bullish.

Area support terdekat berada di kisaran Rp382–392 yang dinilai sebagai zona minat beli. Rekomendasi beli spekulatif berada di level Rp448, dengan stop loss di Rp410 dan target harga Rp505.

Pasar Dibayangi Keputusan MSCI

Kinerja pasar saham domestik saat ini dibayangi keputusan MSCI terkait evaluasi free float saham Indonesia. Pada 27 Januari 2026, MSCI menyelesaikan proses konsultasi dan memutuskan untuk membekukan sementara seluruh kenaikan indeks untuk saham Indonesia, termasuk dalam Review Indeks Februari 2026.

Keputusan tersebut diambil karena masih adanya kekhawatiran terhadap transparansi free float dan kemudahan akses investasi.

Adapun beberapa poin utama keputusan MSCI meliputi:

  • Membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham (NOS)
  • Tidak menambahkan saham Indonesia ke MSCI Investable Market Index (IMI)
  • Tidak menaikkan kelas saham dalam indeks ukuran
  • Menunda promosi saham dari Small Cap ke Standard

MSCI juga menyatakan akan meninjau ulang aksesibilitas pasar Indonesia pada Mei 2026 apabila tidak terdapat perbaikan signifikan. Kondisi ini berpotensi menurunkan bobot saham Indonesia, bahkan membuka risiko penurunan status dari Emerging Market ke Frontier Market.

IHSG Masih dalam Tren Naik

Dampak sentimen negatif tersebut membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (28/1). Hingga pukul 09.42 WIB, IHSG tercatat turun 5,24% ke level 8.509,76.

Padahal pada perdagangan sebelumnya, Selasa (27/1), IHSG ditutup relatif stabil dengan kenaikan tipis 5 poin atau 0,05% ke level 8.980. Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 8.873 hingga 8.980, dengan saham DSSA, GOTO, dan TLKM menjadi penggerak utama.

Secara teknikal, IHSG saat ini masih berada dalam fase koreksi yang dinilai sehat di tengah tren kenaikan jangka menengah. Penurunan yang terjadi lebih bersifat konsolidasi, bukan pembalikan arah tren.

Level support terdekat IHSG berada di area 8.715, dengan support kuat di level 8.525. Sementara itu, resistance terdekat berada di 9.058. Jika mampu menembus level tersebut, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 9.174.

Selain itu, indikator stochastic telah memasuki area jenuh jual, yang mengindikasikan tekanan penurunan mulai mereda dan peluang rebound teknikal semakin terbuka. Ciptadana menilai saham CUAN dan INET masih menawarkan peluang beli saat terjadi koreksi, dengan potensi rebound dalam jangka pendek hingga menengah.

Meski demikian, volatilitas pasar akibat keputusan MSCI diperkirakan masih akan berlangsung. Investor disarankan tetap selektif, fokus pada saham dengan fundamental kuat, tren bullish, serta level support yang jelas. Penggunaan batas kerugian dan pemantauan terhadap respons regulator juga dinilai penting untuk menjaga risiko investasi di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.