IHSG Ambruk, Saham Dunia Justru Stabil Menguat
- Kejatuhan IHSG tidak diikuti oleh mayoritas pasar saham global, bursa utama dunia justru bergerak stabil hingga menguat,

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Pasar modal Indonesia mengalami guncangan serius setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lebih dari 7 persen dalam satu hari perdagangan pada Kamis, 29 Januari 2025, sekitar pukul 09.00 WIB. Kejatuhan ini memperpanjang tekanan yang sudah terjadi sehari sebelumnya. Pada Rabu, 28 Januari 2025, IHSG juga tercatat anjlok di kisaran 8 persen.
Penurunan tajam dalam dua hari berturut-turut tersebut mencerminkan kepanikan massal investor, terutama di saham-saham berkapitalisasi besar, dan memicu kekhawatiran atas meningkatnya risiko pasar domestik.
Namun yang mencolok, kejatuhan IHSG tidak diikuti oleh mayoritas pasar saham global. Bursa utama dunia justru bergerak stabil hingga menguat, menandakan tekanan yang dialami Indonesia bersifat spesifik domestik, bukan bagian dari koreksi global.
Dilansir TrenAsia dari berbagai sumber, Kamis, 29 Juli 2025, berikut sentimen pasar di berbagai negara,
Korea Selatan : Reli Kuat Saham Teknologi
Berbanding terbalik dengan Indonesia, pasar saham Korea Selatan menunjukkan kinerja solid. Indeks KOSDAQ melonjak 2,73 persen, sementara KOSPI menguat 0,98 persen.
Penguatan ini didorong oleh sentimen positif di sektor teknologi dan material, seiring optimisme terhadap prospek laba emiten dan stabilnya kondisi ekonomi regional.
Baca Juga : Sejarah Rontoknya IHSG: Dari Krisis 98 hingga Januari 2026
Hong Kong: Optimisme Pasar Asia Menguat
Di Hong Kong, indeks Hang Seng menguat 0,49 persen. Investor merespons positif kinerja saham-saham unggulan, terutama di sektor keuangan dan teknologi.
Penguatan ini mencerminkan kepercayaan investor bahwa tekanan ekonomi global belum cukup kuat untuk memicu aksi jual besar-besaran di kawasan tersebut.
China: Kenaikan Tipis, Sentimen Tetap Terjaga
Pasar saham China bergerak lebih terbatas. Indeks Shanghai Composite naik tipis 0,16 persen, menandakan sikap wait and see investor terhadap kebijakan lanjutan pemerintah Beijing dan arah pemulihan ekonomi.
Meski penguatannya terbatas, pasar China tetap menunjukkan ketahanan di tengah gejolak yang terjadi di Indonesia.
Jepang: Stabil, Investor Cermati Arah Global
Indeks Nikkei 225 di Jepang bergerak relatif stabil dengan kenaikan 0,03 persen. Investor Jepang cenderung menahan posisi sambil menunggu kepastian arah kebijakan moneter global dan perkembangan ekonomi utama dunia.
Stabilitas ini menegaskan bahwa pasar Jepang tidak terdampak langsung oleh gejolak yang terjadi di Indonesia.
Baca Juga : Sejarah Rontoknya IHSG: Dari Krisis 98 hingga Januari 2026
Eropa: Diperkirakan Dibuka Menguat
Bursa Eropa diproyeksikan dibuka lebih tinggi. Indeks utama seperti FTSE 100, DAX, dan CAC 40 diperkirakan menguat di kisaran 0,14 hingga 0,33 persen.
Sentimen positif terutama datang dari ekspektasi laporan kinerja perusahaan yang solid dan meredanya kekhawatiran jangka pendek terhadap ekonomi kawasan.
Amerika Serikat: Wall Street Masih Menunggu The Fed
Di Amerika Serikat, kontrak berjangka S&P 500 futures bergerak little changed. Investor global masih bersikap hati-hati sambil menunggu sinyal kebijakan lanjutan dari Federal Reserve, terutama terkait arah suku bunga.
Stabilnya pasar AS memperkuat indikasi bahwa kejatuhan IHSG bukan dipicu oleh sentimen global.

Muhammad Imam Hatami
Editor
