HUMI Naik 8 Persen Saat IHSG Ambrol, Cek Dulu Pemicunya
- Saat IHSG tertekan di kisaran 6.400, saham HUMI milik Tommy Soeharto justru melonjak 270% setahun dan naik 8% pada perdagangan 18 Mei 2026 ke Rp189, ada apa?

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Saat mayoritas emiten berjuang bertahan dari tekanan IHSG yang sempat tertekan dengan potensi menguji level 6.500 akibat beragam faktor internal dan external, ada satu nama yang berenang melawan arus pada perdagangan 18 Mei 2026, HUMI.
Saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk hari ini Senin, 18 Mei 2026 ditutup di level Rp189, mencetak kenaikan sekitar 8%, sebuah anomali yang wajar dipertanyakan kala IHSG ambrol ke posisi 6.599 di penutupan IHSG hari ini.
Pergerakan Harga 6 Bulan Terakhir
Untuk memahami HUMI hari ini, kita perlu mundur ke November 2025. Saham HUMI sepanjang paruh kedua 2025 mencatat reli yang sangat agresif.
Dalam periode enam bulan, kenaikan harga mencapai sekitar 400%, sementara dalam tiga bulan terakhir di 2025 saham ini tercatat melonjak lebih dari 90%. Pola ini mencerminkan fase akumulasi yang panjang, bukan lonjakan sesaat.
Pada perdagangan 30 Desember 2025, saham HUMI ditutup menguat 15,52% ke level Rp268, dengan nilai transaksi mencapai Rp573,8 miliar dan volume perdagangan sebesar 22,67 juta lot.
Momentum berlanjut ke awal 2026. Pada hari perdagangan pertama 2026, HUMI naik 24,81% dan masuk dalam daftar lima emiten dengan total transaksi tertinggi di bursa, dengan nilai transaksi mencapai Rp589,21 miliar.
Puncaknya terjadi pada 21 Januari 2026. HUMI mencapai harga tertinggi sepanjang masa (all-time high) di level Rp390 pada 21 Januari 2026.
Setelah itu, saham ini memasuki fase koreksi wajar. Pada 6 Januari 2026, HUMI masih diperdagangkan di harga Rp358 dengan kisaran harian Rp340–386. Koreksi bertahap membawa harga ke kisaran Rp170–Rp189 saat ini — turun dari puncaknya, tapi tetap jauh di atas harga setahun lalu.
Catatan perjalanan harga 6 bulan terakhir:
- November 2025, Rp65–80, Menjadi awal fase akumulasi agresif dengan pergerakan harga mulai menarik perhatian pasar.
- Desember 2025, Rp268, Saham mengalami reli kuat di akhir tahun disertai lonjakan volume transaksi jumbo.
- 2 Januari 2026, naik 24,81%, Pada hari pertama perdagangan bursa 2026, saham langsung melesat tajam hampir 25%.
- 6 Januari 2026, Rp358, Harga masih bergerak di zona panas dengan momentum kenaikan yang kuat.
- 21 Januari 2026, Rp390, Mencapai all-time high (ATH) atau level tertinggi sepanjang masa.
- Mei 2026, Rp189, Harga terkoreksi cukup dalam dari ATH, namun masih mencatat kenaikan 8% pada perdagangan hari ini.
Dalam setahun terakhir, HUMI telah mencatatkan kenaikan sebesar 270,59%, menjadikannya salah satu saham dengan return terbaik di BEI dalam rentang tersebut.
Baca juga : IHSG Ambruk ke 6.400, Ini 5 Faktor yang Bikin Pasar Rontok
Siapa HUMI Sebenarnya?
Banyak yang hanya kenal HUMI dari pergerakan harganya yang ekstrem, tapi bisnisnya punya fondasi yang riil.
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk adalah perusahaan pelayaran dan logistik maritim yang bergerak di bisnis transportasi laut, pengelolaan kapal, dan pengangkutan energi termasuk minyak mentah, LNG, bahan kimia, dan BBM. Perusahaan ini merupakan bagian dari Humpuss Group yang dikendalikan oleh Tommy Soeharto.
Per Desember 2024, HUMI telah mengoperasikan 47 kapal milik yang beroperasi secara komersial, dengan rincian FSRU 1 unit, LNG 2 unit, minyak 5 unit, kimia 11 unit, tug assist 20 unit, dan kapal tug & barge 8 unit. Ditambah 16 kapal back-to-back yang mengangkut minyak dan chemical.
Bukan perusahaan kecil. Dengan 63 kapal dalam ekosistemnya, HUMI adalah pemain maritim energi yang serius di Indonesia.
Fundamental
Inilah bagian paling menarik, dan paling sering disalahpahami tentang HUMI,
Pendapatan: Naik Konsisten
Pendapatan HUMI dari kontrak dengan pelanggan tercatat meningkat 20,02% YoY dari USD106,3 juta pada 2023 menjadi USD127,6 juta pada 2024. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pendapatan dari sektor transportasi kimia (chemical) yang naik sebesar 72,11% dibandingkan tahun sebelumnya.
Tren positif berlanjut di 2025. Pada semester I-2025, pendapatan HUMI tercatat USD64,71 juta, naik 12,16% YoY, didorong oleh peningkatan pendapatan dari jasa sewa kapal untuk minyak mentah dan bahan bakar minyak.
Kemudian pada kuartal III-2025, pendapatan kumulatif mencapai USD96,48 juta, tumbuh 5,27% YoY, didorong dari peningkatan segmen oil tanker dan LNG tanker.
Laba: Tertekan karena Ekspansi Armada
Di sini ada paradoks yang perlu dipahami investor. Laba bersih HUMI memang tertekan, tapi bukan karena bisnisnya memburuk.
HUMI membukukan laba tahun berjalan sebesar USD7,64 juta per kuartal III-2025, turun 12,88% dibandingkan periode sebelumnya. Direktur Utama HUMI, Tirta Hidayat, menjelaskan bahwa penurunan laba ini merupakan konsekuensi dari strategi ekspansi melalui peningkatan aset produktif — investasi pada kapal baru dan penguatan armada.
Sederhananya, uang yang harusnya jadi laba, dipakai beli kapal. Itu pilihan bisnis strategis, bukan tanda bahaya.
Baca juga : Indeks LQ45 Berdarah, CUAN dan AMMN Terjun Bebas di Pembukaan
Neraca Keuangan: Aset Tumbuh Signifikan
Total aset HUMI per 30 Juni 2025 tercatat sebesar USD327,65 juta, meningkat 18,75% dibandingkan posisi kuartal II tahun 2024 sebesar USD275,92 juta.
Rasio-rasio utama (Q3 2025):
- Current Ratio: 1,38x
- DER: 0,83x
- ROA: 2,99%
- ROE: 6,14%
- Margin EBITDA: 27,43%
- EBITDA: Rp647,41 miliar
Saham HUMI memiliki volatilitas 3,17% dengan koefisien beta 1,86, artinya pergerakannya hampir dua kali lebih volatile dibanding indeks. Kapitalisasi pasar saat ini berada di sekitar Rp3,43 triliun.
Kenapa HUMI Bisa Naik Kala IHSG Ambrol?
Ada tiga penjelasan yang masuk akal:
Sektor Pelayaran Energi
Saat ketegangan di Selat Hormuz meningkat dan harga minyak bergerak liar, perusahaan pengangkut minyak dan LNG justru diuntungkan. Kapal tanker disewa lebih mahal, rute menjadi lebih panjang dan lebih menguntungkan. HUMI, dengan fokus pada oil tanker dan LNG, adalah penerima manfaat langsung dari kondisi geopolitik yang memanas.
Ekspansi Armada yang Agresif
Sepanjang 2025, HUMI menargetkan pembelian 10 kapal untuk memperkuat armada operasionalnya. Pasar membaca ini sebagai sinyal bahwa manajemen melihat permintaan jasa pengangkutan energi yang akan terus tumbuh. Investasi armada bukan biaya, itu aset yang menghasilkan pendapatan jangka panjang.
Lini Usaha Baru
Melalui anak usaha PT Energi Maritim Internasional (EMI), HUMI membuka lini usaha pengelolaan kapal untuk pihak ketiga. Proyeksinya, pada tahun 2026–2029, tambahan pendapatan dari lini ini mencapai Rp10,67 miliar setiap tahunnya. Sumber pendapatan baru ini memberi diversifikasi yang pasar hargai sebagai nilai tambah.
Yang Perlu Diwaspadai
Kenaikan 270% dalam setahun selalu membawa pertanyaan: apakah harga sudah terlalu mahal?
Berdasarkan data terkini, PER HUMI tercatat 33,49 kali dengan estimasi harga wajar di kisaran Rp172,65. Artinya, di harga Rp189 saat ini, saham ini diperdagangkan sedikit di atas nilai wajar estimasi tersebut.
Reli saham HUMI sepanjang 2025 lebih mencerminkan re-rating berbasis ekspektasi pasar terhadap prospek sektor maritim dan logistik laut, serta adanya positioning spekulatif menjelang potensi katalis korporasi.
Beberapa risiko yang perlu dipantau investor:
- Laba masih tertekan akibat biaya ekspansi armada yang tinggi - profitabilitas baru akan terasa optimal setelah armada baru beroperasi penuh
- Beta tinggi (1,86x) - saham ini sangat responsif terhadap pergerakan pasar, potensi naik besar tapi koreksi juga bisa tajam
- Valuasi PER 33x - sudah premium, membutuhkan pertumbuhan laba yang signifikan untuk pembenaran harga
- Ketergantungan pada harga sewa kapal (charter rate) yang bisa berfluktuasi mengikuti kondisi pasar pelayaran global
Bottom Line
HUMI bukan saham yang bisa dianalisis dengan kacamata biasa. Harga naik 270% dalam setahun, tapi labanya justru turun karena perusahaan sedang agresif berinvestasi, ini klasik growth story di industri padat modal.
Yang membuat HUMI relevan di tengah badai IHSG adalah posisi bisnisnya, pengangkut energi laut di tengah dunia yang semakin bergantung pada keamanan pasokan energi. Ketika jalur darat bermasalah dan geopolitik memanas, jalur laut menjadi semakin penting dan HUMI ada di tengah jalur itu.
Kenaikan 8% hari ini bukan tanpa alasan. Tapi investor juga perlu ingat dari ATH Rp390 di Januari, harga saat ini Rp189 masih berarti koreksi lebih dari 50%. Saham ini sudah terbang tinggi, sudah turun jauh, dan kini sedang mencari pijakan baru.
Apakah Rp189 adalah harga yang tepat untuk masuk kembali? Itu tergantung pada seberapa besar kamu percaya pada ekspansi armada HUMI akan menghasilkan laba nyata dalam 12–18 bulan ke depan.

Muhammad Imam Hatami
Editor
