Nasional & Internasional

Huawei akan Bertahan Tanpa Teknologi AS

  • Amerika Serikat (AS) menuduh Huawei melakukan spionase dunia maya yang disponsori China. AS menyatakan bahwa hubungan langsung Huawei dengan pemerintah...
Huawei akan Bertahan Tanpa Teknologi AS

Jakarta-Amerika Serikat (AS) menuduh Huawei melakukan spionase dunia maya yang disponsori Pemerintah China.

Washington menyatakan bahwa hubungan langsung Huawei dengan pemerintah China memberikan kesan bahwa perusahaan tersebut memberikan data kepada otoritas pemerintah tentang pelanggan yang menggunakan produk Huawei. Selain itu banyak dari data yang sangat sensitif menyangkut keamanan dalam negeri AS.

Huawei telah menyangkal semua tuduhan yang dilontarkan pemerinah AS kepadanya. Perusahaan menyatakan bahwa otoritas AS menuduhnya tanpa dasar atau laporan terkonfirmasi. Ketegangan semakin meningkat ketika presiden AS Donald Trump memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam entitas di AS.

Keputusan Donald Trump ini akan membatasi penggunaan jaringan Huawei atau produk konsumen setidaknya dalam infrastruktur resmi. Pemerintah AS juga mengeluarkan arahan yang mencegah perusahaan-perusahaan Amerika melakukan bisnis dengan Huawei.

Menanggapi hal tersebut, Huawei mulai mengembangkan sistem operasinya sendiri, yang pertama kali dikenal sebagai HarmonyOS awal tahun ini. Perusahaan sudah membangun SoC sendiri, tetapi tetap dalam bisnis aktif dengan beberapa pembuat chip termasuk Intel dan Qualcomm.

CEO Huawei Ren Zhengfei mengatakan, “Huawei tidak bergantung pada AS untuk bisnisnya. Penempatan Huawei ke dalam daftar hitam entitas AS sama sekali bukan concern utama perusahaan. Kami dapat bertahan dengan sangat baik tanpa AS. Pembicaraan dagang AS-China bukanlah sesuatu yang saya khawatirkan”. Dia lebih lanjut menambahkan,"Kami sebenarnya tidak memiliki urusan bisnis di AS, dan tidak ada konfrontasi dengan AS."

Android merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan oleh berbagai pabrikan smartphone di dunia. Oleh karenanya Huawei terus berjuang dalam menghadapi larangan menggunakan layanan Android.

Perusahaan telah mempersiapkan kemungkinan ini. Salah satunya dengan membuat klaim berulang-ulang bahwa jika dicegah menggunakan Android, Huawei akan menyiapkan alternatif yang sangat menarik bagi penggunanya.

Pendekatan bullish para petinggi dan respons yang kuat terhadap kesulitan ini telah mendukung penjualan ponsel cerdas Huawei setidaknya di pasar dalam negeri. Sementara itu, hampir semua negara di seluruh dunia terus bekerjasama dengan Huawei untuk menyiapkan infrastruktur jaringan 5G.

Meskipun demikian, Zhengfei telah mengeluarkan peringatan kepada para investor awal tahun ini. Ia menyatakan bahwa Huawei mungkin akan menghadapi penurunan pendapatan hingga USD 30 miliar dalam bisnis selama dua tahun karena perang dagang AS-Cina.

“Huawei saat ini berada di jalur pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan diproyeksikan akan menyusul Samsung dalam mencapai angka pengiriman smartphone. Sedangkan masalah tudingan AS terus saja memperlambat laju perusahaan,” kata Zhengfei.

Namun demikian, pernyataan terakhir Zhengfei lebih mencerminkan persiapan perusahaan untuk berjalan tanpa teknologi AS. Masih harus dilihat seberapa baik perusahaan mendapatkan keuntungan jika mereka meninggalkan ekosistem Android.

Sebagai hasilnya, mengingat seberapa besar perusahaan Huawei di berbagai industri. Akan banyak perekonomian negara-negara di dunia termasuk AS menghadapi konsekuensi dari larangan tersebut.

Tags: Huawei