Histori Rekor Harga Buyback Emas Antam 2025
- Puncaknya terjadi pada 1 April 2025, saat harga buyback emas Antam menyentuh Rp1.678.000 per gram—angka tertinggi sepanjang sejarah.

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA – Harga pembelian kembali (buyback) emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus menunjukkan tren penguatan sepanjang tahun 2025. Sejak awal tahun, harga buyback mencatatkan kenaikan bertahap hingga menembus rekor tertingginya di bulan April.
Puncaknya terjadi pada 1 April 2025, saat harga buyback emas Antam menyentuh Rp1.678.000 per gram—angka tertinggi sepanjang sejarah. Tak hanya buyback, harga jual emas batangan Antam juga ikut melonjak, menembus Rp1.877.000 per gram dan memecahkan rekor sebelumnya.
Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga emas dunia yang menembus level US$2.300 per troy ounce, didorong oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
Fenomena ini menjadi cerminan sentimen global terhadap logam mulia yang kian dilirik sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik. Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di level US$3.171,5 per troy ounce pada Kamis, 10 April 2025, sebelum ditutup naik 2,6% ke US$3.160/oz.
Sepanjang tahun 2025, harga emas telah beberapa kali mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Hingga 21 Februari 2025, emas telah mencatatkan rekor tertinggi sebanyak 10 kali, dengan harga mencapai US$2.954,69 per troy ounce pada saat itu.
Pada awal April 2025, harga emas kembali mencatat rekor baru sebesar US$3.124,07 per troy ounce. Kemudian, pada 8 April 2025, harga emas mencapai rekor tertinggi lainnya di US$3.167,57 per troy ounce. Dengan demikian, hingga April 2025, emas telah mencapai rekor tertinggi lebih dari 12 kali.
Kenaikan ini dipicu oleh pelemahan dolar AS serta eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Presiden AS Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif impor terhadap China dari 104% menjadi 125%, sementara indeks dolar AS (DXY) turun hampir 1% ke level 100,98.
Histori Harga Buyback Emas Antam Awal 2025
Berikut perkembangan harga buyback emas Antam sejak Januari 2025:
4 Januari – Rp1.388.000
8 Januari – Rp1.384.000
9 Januari – Rp1.394.000
13 Januari – Rp1.414.000
14 Januari – Rp1.406.000
16 Januari – Rp1.423.000
22 Januari – Rp1.454.000
25 Januari – Rp1.459.000
1 April – Rp1.678.000 (tertinggi hingga saat ini)
Sepanjang Januari saja, harga buyback telah mencetak 7 kali rekor tertinggi, menandai momentum bullish yang cukup kuat di pasar logam mulia domestik.
Faktor Pendorong Lonjakan Harga Emas
Kenaikan harga buyback emas Antam tak lepas dari berbagai faktor global dan domestik, seperti:
Harga emas global yang terus naik akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi.
Tensi geopolitik, khususnya konflik di Ukraina dan ketegangan baru di Timur Tengah, yang mendorong permintaan terhadap emas sebagai safe haven.
Spekulasi penurunan suku bunga oleh bank sentral global, terutama The Fed, yang meningkatkan daya tarik emas karena imbal hasil aset lain menurun.
Kurs Rupiah yang sempat melemah terhadap Dolar AS, ikut mendorong harga emas domestik naik lebih tinggi.
Pajak Buyback dan Implikasinya Bagi Investor
Sebagai catatan, buyback emas di Antam dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22, dengan ketentuan:
- 1,5% bagi pemilik NPWP untuk transaksi di atas Rp10 juta
- 3% bagi non-NPWP
- Pajak ini langsung dipotong dari nilai transaksi oleh Antam.
Dengan tren harga emas yang terus mencetak rekor sepanjang 2025, investor logam mulia perlu cermat membaca momentum. Bagi yang berniat melakukan profit taking, harga buyback yang tinggi menjadi peluang menarik. Sementara bagi yang memilih hold, kondisi global saat ini masih mendukung potensi penguatan lebih lanjut.

Ananda Astridianka
Editor
