Histori Dividen BBRI 10 Tahun Terakhir
- Secara historis, BBRI menunjukkan komitmen dalam meningkatkan nilai dividen dan rasio pembagian laba kepada pemegang saham. Sejak 2014, dividend payout ratio BBRI mengalami peningkatan signifikan dari hanya 30% menjadi sekitar 85% dalam beberapa tahun terakhir.

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA - Investor mana yang tak senang jika perusahaan ‘miliknya’ loyal membagikan bonus tahunan. Bonus bagi pemegang saham adalah dividen. Dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai bentuk imbal hasil investasi mereka.
Nah, salah satu perusahaan yang catatan baik dalam pembagian dividen adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Bank BRI baru saja mengguyur pemegang saham dengan dividen jumbo pada Selasa, 23 April 2024. Total dividen tunai yang dibagikan untuk Tahun Buku 2024 sebesar Rp51,73 triliun atau Rp343,40 per saham.
Nilai ini mencerminkan dividend payout ratio (DPR) sebesar 86%, meningkat dari 80% pada tahun sebelumnya. Dengan dividen final sebesar Rp208,40 per saham, yield yang ditawarkan mencapai 5,8% berdasarkan harga penutupan saham BBRI pada Senin, 24 Maret 2025, yaitu di level Rp3.610 per saham. Sebelumnya, BBRI telah menyalurkan dividen interim senilai Rp135 per saham pada Januari 2025.

Dividen interim tersebut, senilai total Rp20,33 triliun, telah dibayarkan pada 15 Januari 2025. Dengan demikian, sisa dividen final yang diberikan kepada pemegang saham mencapai Rp31,40 triliun atau Rp208,40 per lembar saham.
Berdasarkan struktur kepemilikan saham, dari total dividen yang dibagikan, Pemerintah Republik Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas akan menerima Rp27,68 triliun. Jumlah ini termasuk dividen interim sebesar Rp10,88 triliun yang telah dibayarkan sebelumnya. Sisanya akan didistribusikan secara proporsional kepada para pemegang saham publik yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal pencatatan (recording date).
Secara historis, BBRI menunjukkan komitmen dalam meningkatkan nilai dividen dan rasio pembagian laba kepada pemegang saham. Sejak 2014, dividend payout ratio BBRI mengalami peningkatan signifikan dari hanya 30% menjadi sekitar 85% dalam beberapa tahun terakhir.
Pada periode 2014–2016, DPR BBRI masih berada di kisaran 30–40%, dengan nilai dividen yang diterima investor relatif kecil, yaitu antara Rp57 hingga Rp83 per saham. Namun, sejak 2017, tren kenaikan mulai terlihat, dengan DPR meningkat menjadi 45% dari laba bersih. Angka ini terus melonjak dan mencapai 85% pada tahun 2021, 2022, dan kembali pada 2024.
Sempat turun menjadi 65% pada 2020 akibat tekanan pandemi Covid-19, kebijakan dividen kembali diperkuat seiring dengan pemulihan kinerja bisnis dan peningkatan laba perusahaan. Pada 2023, BBRI mencatatkan dividen tertinggi sebelum tahun 2024, yakni Rp235 per saham.
Stabilnya DPR di kisaran 85% dalam tiga tahun terakhir menandakan keseriusan BBRI dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Strategi dividen yang agresif ini juga menarik minat investor, baik institusi maupun ritel, menjadikan BBRI sebagai salah satu saham blue-chip paling diminati di Bursa Efek Indonesia.
Sebagai hasilnya, jumlah investor BBRI terus bertambah. Hingga Februari 2025, jumlah pemegang sahamnya telah mencapai 677.207, naik signifikan dari 530.393 pada kuartal I-2024. Lonjakan ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang BBRI.

Ananda Astri Dianka
Editor
