Nasional

Hasilkan Energi Dingin, Proses Regasifikasi LNG Datangkan Segudang Manfaat

  • Proses regasifikasi LNG (liquified natural gas) yang dilakukan pada sebuah fasilitas regasifikasi dan penyimpanan terapung atau FSRU (Floating Storage and Regasification Unit) nyatanya menghasilkan energi dingin yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam hal.
fsru jawa.jpg
Ilustrasi kapal FSRU Jawa Satu milik PT GTS Internasiona Tbk (GTSI) (Vesselfinder.com)

JAKARTA - Proses regasifikasi LNG (liquified natural gas) yang dilakukan pada sebuah fasilitas regasifikasi dan penyimpanan terapung atau FSRU (Floating Storage and Regasification Unit) nyatanya menghasilkan energi dingin yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam hal.

Itu seperti yang disampaikan Direktur Utama emiten pengapalan LNG PT GTS Internasional Tbk (GTSI), Tammy Meidharma dalam siaran podcast di kanal youtube milik PT Humpuss Maritim Internasional (HUMI) yakni Lighthouse Seafarer Network beberapa waktu lalu.

“Pada waktu LNG berubah menjadi gas dalam regasifikasi, terdapat energi dingin yang bisa dimanfaatkan sebagai cold storage untuk menyimpan hasil tangkapan ikan bagi para nelayan,” terang Tammy dalam siaran podcast yang diunggah pada 17 September 2022.

Tidak hanya itu, energi dingin yang dihasilkan dari proses regasifikasi juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal lainnya. Misalnya sebagai pendingin ruangan, pembangkit listrik, mengelola limbah hingga memproduksi nitrogen cair (N2) yang bermanfaat bagi industri pupuk.

Sebagai informasi, regasifikasi adalah sebuah proses mengubah muatan gas alam berbentuk cair atau LNG menjadi berbentuk gas. Proses regasifikasi biasa dilakukan pada terminal LNG termasuk salah satunya FSRU yang merupakan fasilitas terminal LNG terapung.

Dalam kesempatan podcast tersebut, Tammy turut menjelaskan sejumlah dampak positif lainnya yang dihasilkan dari aktivitas regasifikasi oleh sebuah fasilitas FSRU. Salah satunya efek yang dihasilkan dari perbedaan temperatur di laut dengan zat buangan dari regasifikasi.

“Temperatur yang ada di laut dengan pembuangan itu ada perbedaan temperatur. Perbedaan tersebut menyebabkan banyaknya oksigen yang terikat dalam pembuangan tersebut. Itu bermanfaat baik bagi ikan-ikan yang ada di laut,” terang Tammy dalam siaran podcast dikutip pada Selasa, 17 Januari 2023.

Segudang manfaat yang dihasilkan dari proses regasifikasi itu pun melengkapi keunggulan gas alam sebagai sumber energi yang lebih ramah lingkungan untuk mendukung target era bebas emisi atau net zero emission (NZE) yang diproyeksikan tercapai pada tahun 2060 mendatang.

Adapun suksesnya pengoptimalan LNG sebagai sumber energi ramah lingkungan di Tanah Air membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang juga berkualitas. Dalam hal ini, GTSI juga telah melakukan sejumlah langkah strategis untuk mencetak tenaga kemaritiman yang andal.

“GTSI juga mempunyai beberapa aktivitas untuk meningkatkan ilmu pengetahuan agar SDM dan awak kapal kami bisa dikenal oleh dunia,” tambah Tammy.