Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Sokong Pendidikan Lewat Ini Sekolahku
- BRI Peduli peringati Hari Anak Nasional 2026 lewat kegiatan edukatif di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku. Program renovasi sekolah jangkau 68 sekolah di 17 provinsi.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 dimanfaatkan berbagai pihak untuk memperkuat dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak.
Selain penyediaan sarana belajar, penguatan karakter, literasi keuangan, dan pengenalan dunia kerja sejak dini dinilai menjadi bekal penting dalam mempersiapkan generasi masa depan.
Dalam momentum tersebut, BRI Peduli, melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), menggelar berbagai kegiatan edukatif di enam sekolah dasar penerima manfaat program BRI Peduli Ini Sekolahku di Jawa Barat dan Banten.
Sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut meliputi SDN Cisoka III dan SDN Sukatani 2 di Kabupaten Tangerang, SDN 013 Pasirkaliki dan SDN 104 Langensari di Kota Bandung, SDN 1 Sagalaherang di Kabupaten Subang, serta SDN Sukamahi 2 di Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang diselenggarakan mencakup pentas seni hingga kelas inspirasi, yang memperkenalkan siswa pada berbagai profesi di era digital sekaligus mengenalkan pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia dini.
Pendidikan Tak Hanya Soal Akademik
Seiring berkembangnya kebutuhan dunia kerja dan transformasi digital, pendidikan dasar tidak lagi hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga penguatan karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta literasi finansial.
Berbagai studi menunjukkan bahwa pengenalan konsep pengelolaan uang sejak usia sekolah dasar dapat membantu membentuk kebiasaan finansial yang lebih sehat ketika dewasa.
Di sisi lain, kegiatan yang mendorong kepercayaan diri dan eksplorasi cita-cita juga dinilai berkontribusi terhadap perkembangan karakter anak.
Melalui pendekatan tersebut, kegiatan Hari Anak Nasional yang digelar BRI Peduli diarahkan untuk memperluas pengalaman belajar siswa di luar ruang kelas.
Bangun Lingkungan Belajar yang Layak
Program BRI Peduli Ini Sekolahku sendiri berfokus pada peningkatan kualitas lingkungan belajar melalui perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.
Bantuan yang diberikan mencakup renovasi ruang kelas, pembangunan dan perbaikan perpustakaan, renovasi toilet sekolah, penataan lapangan dan area bermain, penyediaan meja, kursi, perlengkapan belajar, hingga pemberian beasiswa kepada siswa.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan peningkatan kualitas pendidikan perlu dilakukan melalui berbagai pendekatan, tidak hanya melalui proses belajar formal.
"Ini merupakan persembahan dari kami BRI bagi anak-anak Indonesia. Dalam momentum Hari Anak Nasional 2026, harapannya para siswa bisa mendapatkan pembelajaran tambahan yang mampu membentuk karakter, menanamkan nilai tanggung jawab, dan menumbuhkan integritas sejak dini," ujar Hendy.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar sekaligus membantu siswa mengembangkan karakter dan keterampilan yang dibutuhkan pada masa depan.
Sekolah Rasakan Dampaknya
Kepala SDN Cisoka III, Sarna, mengatakan program tersebut memberikan manfaat yang tidak hanya terlihat dari sisi fisik sekolah, tetapi juga terhadap motivasi belajar siswa.
Menurutnya, lingkungan belajar yang lebih nyaman turut meningkatkan antusiasme peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
"Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BRI yang melaksanakan Program BRI Peduli dalam peningkatan mutu pendidikan melalui Program Ini Sekolahku. Manfaat dari program ini sangat besar, terutama bagi anak-anak didik kami. Mereka menjadi lebih semangat dalam kegiatan belajar mengajar," katanya.
Menjangkau Puluhan Sekolah
Sejak diluncurkan pada 2021, program BRI Peduli Ini Sekolahku telah menjangkau 68 sekolah di 17 provinsi dengan total 11.428 penerima manfaat.
Dalam periode tersebut, program telah merealisasikan:
- renovasi 264 fasilitas pendidikan;
- pembangunan 27 fasilitas baru;
- penyaluran 4.666 unit sarana dan prasarana pendidikan.
Hasil evaluasi program juga menunjukkan Learning Comfort Score (LCS) sebesar 89%, yang menggambarkan peningkatan kualitas lingkungan belajar dari aspek kenyamanan, keamanan, dan motivasi belajar siswa.
Di tengah berbagai tantangan peningkatan kualitas pendidikan nasional, kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan sekolah dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.

Chrisna Chanis Cara
Editor
