Tren Ekbis

Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pupuk Indonesia Perkuat Akses Petani

  • Pupuk Indonesia memperkuat akses pupuk subsidi melalui penurunan HET hingga 20%, digitalisasi penebusan, dan penguatan distribusi di berbagai daerah.
WhatsApp Image 2026-09-29 at 10.29.53.jpeg
PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat akses petani terhadap pupuk melalui penurunan harga pupuk subsidi, penyederhanaan proses penebusan, dan penguatan distribusi. (Pupuk Indonesia)

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat akses petani terhadap pupuk melalui penurunan harga pupuk subsidi, penyederhanaan proses penebusan, dan penguatan distribusi. 

Hingga 23 September 2026, realisasi penebusan pupuk subsidi tercatat mencapai 6,77 juta ton atau 69% dari total alokasi tahun ini.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan ketersediaan pupuk, kemudahan penebusan, dan harga yang terjangkau menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap petani.

“Bagi Pupuk Indonesia, memastikan pupuk tersedia, mudah ditebus, dan terjangkau merupakan bagian dari komitmen kami untuk selalu hadir bersama petani. Berbagai revitalisasi dan transformasi yang kami lakukan tidak berhenti pada peningkatan efisiensi perusahaan, tetapi harus memberikan manfaat nyata di lapangan bagi petani, termasuk melalui harga pupuk yang semakin terjangkau dan akses yang semakin mudah,” ujar Rahmad.

Salah satu kebijakan yang disebut perusahaan berdampak langsung terhadap harga pupuk adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20% yang berlaku sejak Oktober 2025.

Pupuk Indonesia menyebut penurunan HET tersebut didukung program revitalisasi pabrik yang dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan efisiensi produksi. Efisiensi di sisi produksi kemudian diteruskan kepada petani melalui harga pupuk yang lebih rendah.

Bagi petani, penurunan harga pupuk disebut dapat mengurangi biaya pemupukan dan memberikan ruang untuk mengalokasikan anggaran usaha tani ke kebutuhan lain.

Toni Afandi dari Kelompok Tani Asahan, Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat, mengatakan penurunan harga pupuk subsidi membantu petani mengatur kembali biaya produksi.

“Dengan adanya penurunan harga pupuk subsidi tersebut, petani merasa terbantu sekali karena penurunannya sangat efektif dan efisien karena ada penghematan di situ. Sehingga bisa mengurangi cost yang lainnya, artinya yang dari kelebihan selisih harga pupuk itu bisa kita gunakan ke alokasi lain, kita manfaatkan buat yang lainnya seperti untuk pestisida,” ujar Toni.

Hal serupa disampaikan Ma'ruf Arianto, Ketua Gapoktan Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Ia mengatakan penurunan harga pupuk subsidi mengurangi biaya yang harus dikeluarkan petani untuk pemupukan.

“Alhamdulillah dengan turunnya harga pupuk subsidi, semua petani itu dapat angin segar dan sangat mengurangi cost untuk pemupukan. Alhamdulillah dari dulu sampai sekarang, baru kali ini pupuk bisa turun, petani lebih ringan lebih sejahtera, lebih semangat lagi buat pemupukan,” kata Ma'ruf.

Penebusan Pupuk Mengandalkan Digitalisasi

Selain harga, Pupuk Indonesia memperkuat kemudahan penebusan melalui penyederhanaan proses dan pemanfaatan sistem digital.

Perusahaan menggunakan sistem i-Pubers dan Command Center untuk memantau penebusan dan kondisi stok secara real-time hingga tingkat kios. Data tersebut digunakan untuk menyesuaikan pengelolaan stok dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Doni, petani dari Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengatakan proses penebusan pupuk kini lebih sederhana dengan penggunaan i-Pubers.

“Penebusan pupuk dengan i-Pubers sekarang kan lebih mudah, lebih terjangkau, cukup bawa KTP, lebih cepat sekarang dibandingkan dulu. Petani lebih tenang, nyaman, pokoknya lebih enak lah, enggak khawatir,” ujar Doni.

Menurut dia, kemudahan tersebut juga dirasakan ketika petani membutuhkan tambahan pupuk setelah terjadi gangguan pada lahan.

“Misalnya kalau kurang, kena banjir, minta (beli) lagi ke kios, langsung dapet. Jadi kan petani seneng, selain mudah didapatkan, sekarang harga pupuk juga terjangkau, bukan lagi jempol satu tapi jempol dua,” katanya.

Pupuk Indonesia juga mengandalkan infrastruktur logistik yang mencakup pelabuhan, armada kapal, dan jaringan gudang untuk menjaga ketersediaan pupuk. Infrastruktur tersebut memungkinkan perusahaan melakukan rekonfigurasi atau realokasi stok antardaerah berdasarkan kebutuhan.

Di Kalimantan Barat, misalnya, Suhardi dari Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, mengatakan pupuk subsidi dapat diakses ketika dibutuhkan untuk pemupukan.

“Ketersediaan pupuk subsidi sangat tepat di desa kami. Setelah kami menanam padi dua minggu, pupuknya sudah tersedia, dan pas dua minggu kami memerlukannya, kami bisa memupuk padi kami yang sudah kami tanam. Penebusannya juga lebih mudah sekali, kami bisa menggunakan KTP. Kami bersyukur karena harganya pun terjangkau bagi ekonomi kami di desa,” ujar Suhardi.

Perluas Dukungan di Luar Pupuk

Dukungan kepada petani juga dilakukan melalui sejumlah program yang berada di luar penyediaan pupuk. Pupuk Indonesia menjalankan Agrosolution, Rembuk Tani, dan TAJUMASE yang mencakup pendampingan serta akses terhadap dukungan budidaya hingga pembiayaan.

Di sisi teknologi, perusahaan mengembangkan Precision Farming dan Mobil Uji Tanah untuk memberikan rekomendasi pemupukan berdasarkan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.

Rahmad mengatakan berbagai program tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih terintegrasi.

“ Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk kembali menegaskan bahwa petani adalah bagian penting dari perjalanan Pupuk Indonesia. Kami akan terus memperkuat ketersediaan, distribusi, dan kemudahan akses pupuk, karena ketika petani mendapatkan dukungan yang tepat, mereka dapat semakin optimal menjalankan perannya sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional,” tutup Rahmad.