Harga Pertamax Indonesia vs ASEAN, RI Paling Mahal
- Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter. Bagaimana posisi harga BBM Indonesia dibanding Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Singapura? Simak ulasannya.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter membuat banyak masyarakat bertanya-tanya, apakah harga BBM di Indonesia kini lebih mahal dibanding negara-negara tetangga di ASEAN?
Pertanyaan tersebut semakin relevan setelah PT Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi secara serentak mulai 10 Juni 2026. Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Meski kenaikan ini memicu keluhan dari konsumen, posisi Indonesia sebenarnya masih berada di kelompok menengah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.
Harga BBM Indonesia Saat Ini
Berikut harga BBM Pertamina setelah penyesuaian terbaru:
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
- Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp17.000 per liter
Kenaikan tersebut membuat harga Pertamax melonjak Rp3.950 per liter atau sekitar 32% dibandingkan harga sebelumnya.
Baca juga : Bom Waktu APBN: Ketika Selisih Harga BBM Picu Migrasi Massal
Harga BBM Malaysia vs Indonesia
Malaysia selama bertahun-tahun dikenal memiliki harga BBM yang lebih murah berkat kebijakan subsidi energi yang besar.
Per Juni 2026:
- RON95 Malaysia sekitar Rp13.500 per liter
- RON97 Malaysia sekitar Rp15.800 per liter
Artinya:
- Harga Pertamax Indonesia (Rp16.250) lebih mahal dibanding RON95 Malaysia.
- Bahkan Pertamax sedikit lebih tinggi dibanding harga RON97 Malaysia.
Perbandingan ini menjadi sorotan karena Malaysia merupakan negara tetangga terdekat sekaligus produsen minyak yang masih mempertahankan subsidi energi cukup besar.
Harga BBM Vietnam vs Indonesia
Vietnam menjadi salah satu negara dengan harga BBM yang relatif kompetitif di Asia Tenggara.
Per Juni 2026:
- E5 RON92 Vietnam sekitar Rp13.900 per liter
- RON95 Vietnam sekitar Rp14.300 per liter
Dibandingkan Indonesia:
- Pertamax Indonesia lebih mahal sekitar Rp1.900 hingga Rp2.300 per liter.
- Pertamax Green 95 juga lebih tinggi dibanding RON95 Vietnam.
Kondisi ini menunjukkan bahwa setelah kenaikan terbaru, harga BBM Indonesia tidak lagi menjadi yang termurah di kawasan.
Harga BBM Filipina vs Indonesia
Filipina menerapkan sistem harga BBM yang lebih mengikuti mekanisme pasar sehingga harga dapat berbeda antarwilayah dan perusahaan.
Kisaran harga per Juni 2026:
- Bensin RON95 sekitar Rp15.800 hingga Rp29.700 per liter.
Dibandingkan Indonesia:
- Pada level bawah, harga Filipina masih sedikit lebih murah dibanding Pertamax.
- Pada level atas, harga BBM Filipina jauh lebih mahal daripada Indonesia.
Karena sistemnya deregulatif, konsumen Filipina menghadapi fluktuasi harga yang lebih besar dibanding Indonesia.
Baca juga : Pertamax Naik, IHSG Tetap Ngacir 0,49 Persen di Pembukaan Hari Ini
Harga BBM Singapura vs Indonesia
Singapura tetap menjadi negara dengan harga BBM paling mahal di ASEAN.
Per Juni 2026:
- RON92 sekitar Rp33.600 hingga Rp39.700 per liter.
- RON95 sekitar Rp32.500 hingga Rp40.100 per liter.
Artinya:
- Harga Pertamax Indonesia hanya sekitar setengah dari harga bensin di Singapura.
- Selisihnya mencapai lebih dari Rp17.000 hingga Rp23.000 per liter.
Tingginya harga BBM di Singapura dipengaruhi pajak kendaraan, pajak karbon, biaya operasional, dan kebijakan transportasi yang memang dirancang untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi.
Apakah BBM Indonesia Masih Murah?
Jika dibandingkan dengan negara-negara utama di ASEAN, posisi harga BBM Indonesia saat ini berada di kelompok menengah. Setelah kenaikan terbaru, harga Pertamax tercatat lebih mahal dibandingkan bensin sejenis di Malaysia dan Vietnam.
Sementara itu, harga BBM di Indonesia berada pada kisaran yang relatif mirip dengan Filipina, meskipun di negara tersebut harga dapat berbeda-beda tergantung wilayah dan perusahaan penyedia bahan bakar.
Di sisi lain, harga BBM Indonesia masih jauh lebih murah dibandingkan Singapura yang memiliki harga bensin tertinggi di kawasan akibat tingginya pajak dan biaya operasional.
Dengan kondisi tersebut, Indonesia tidak lagi dapat dikategorikan sebagai negara dengan harga bensin non-subsidi termurah di Asia Tenggara seperti beberapa tahun lalu.
Baca juga : Prabowo Didesak Tinggalkan Ekonomi Ekstraktif, Fokus Degrowth
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter tidak hanya mengubah posisi Indonesia dalam peta harga BBM ASEAN, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya hidup masyarakat.
Pengguna kendaraan pribadi akan merasakan kenaikan pengeluaran transportasi secara langsung setiap kali mengisi bahan bakar. Dalam jangka panjang, biaya logistik yang lebih tinggi juga berpotensi mendorong kenaikan harga berbagai barang dan jasa.
Bagi rumah tangga kelas menengah yang masih memiliki cicilan rumah atau kendaraan, tambahan pengeluaran untuk BBM dapat semakin menekan ruang untuk menabung dan berinvestasi.
Jika kondisi ini berlangsung bersamaan dengan tekanan inflasi pangan dan suku bunga yang tinggi, daya beli masyarakat berisiko mengalami pelemahan dalam beberapa bulan ke depan.
Beberapa dampak yang mulai dirasakan antara lain:
- Biaya transportasi harian meningkat.
- Pengeluaran rumah tangga bertambah.
- Biaya logistik berpotensi naik.
- Tekanan terhadap inflasi semakin besar.
- Daya beli kelas menengah berisiko melemah.
Bagi pengguna kendaraan yang rutin mengonsumsi Pertamax, kenaikan hampir Rp3.950 per liter berarti tambahan pengeluaran ratusan ribu rupiah setiap bulan.
Setelah kenaikan terbaru, harga BBM Indonesia memang belum menjadi yang termahal di ASEAN. Namun Indonesia juga tidak lagi bisa disebut sebagai negara dengan bensin murah, terutama jika dibandingkan dengan Malaysia dan Vietnam yang kini menawarkan harga lebih rendah untuk bensin dengan spesifikasi yang setara.

Muhammad Imam Hatami
Editor
