Harga Emas Turun 1,2 Persen, Terendah dalam Setahun
JAKARTA – Harga emas turun 1,2% sehingga saat ini berada di kisaran US$ 1.773,72 (Rp24,9 juta) per ons atau per 31,1 gram. Dilansir dari CNBC, angka tersebut terendah sejak November 2020, yaitu di kisaran US$1.768,60 (Rp 24.82 juta) selama upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi. Namun diprediksi harga emas AS pada masa mendatang akan turun lagi […]

Mochammad Ade Pamungkas
Author


Karyawati menunjukkan emas batangan di gerai emas Pegadaian, Jakarta, Selasa, 15 Desember 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Harga emas turun 1,2% sehingga saat ini berada di kisaran US$ 1.773,72 (Rp24,9 juta) per ons atau per 31,1 gram.
Dilansir dari CNBC, angka tersebut terendah sejak November 2020, yaitu di kisaran US$1.768,60 (Rp 24.82 juta) selama upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi.
Namun diprediksi harga emas AS pada masa mendatang akan turun lagi sebesar 1,5% di angka US$1.772.80 (Rp24,88 juta).
- Sentuh Level Terendah, LPS Pangkas Bunga Penjaminan ke 4,25%
- Inilah Proyek Eksplorasi Pertamina Sepanjang 2020
- Gandeng Kemenparekraf, BSI Siap Suntik Modal UMKM Fesyen
Mengutip dari Gold Price selama seminggu terakhir, harga emas mengalami kemerosotan secara signifikan.
Sejak 10 Februari 2021 harga emas berada di kisaran US$ 1.842,24 atau Rp25,86 juta. Sehingga sejak tanggal tersebut harga emas turun 3,74%
Namun, data terbaru menunjukan pada 18 Februari 2021 pukul 10.30 WIB harga emas sempat naik 0,5% di angka US$ 1.783.
Perusahaan jasa finansial TD Securities mengatakan penurunan harga emas tersebut disebabkan oleh maraknya spekulasi atas potensi meningkatnya permintaan logam platinum.
Hal itu dikarenakan Logam platinum lebih ramah lingkungan untuk digunakan dalam mengonversi katalis sehingga dapat membatasi pembuangan emisi.
“peningkatan harga platinum pada awalnya dapat dimaklumi, mengingat rendahnya nilai sebelumnya dan ekspektasi dari deifisitnya suplai terbarukan. Namun kini kita melihat tanda-tanda peningkatan spekulatif,” ujar para analis Commerzbank dikutip dari CNBC.
