Harga Emas Meroket, Tiga Saham Tambang Ini Layak Dilirik
- Tim Analis Bareksa merekomendasikan BRMS, ARCI, dan PSAB sebagai pilihan jangka pendek di tengah volatilitas pasar.

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Tim Analis Bareksa merekomendasikan saham emiten emas PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebagai pilihan trading pada Senin, 26 Januari 2026. Rekomendasi ini sejalan dengan lonjakan harga emas dunia yang menembus level US$5.000 per ons.
Berdasarkan pantauan pada Senin pagi pukul 08.15 WIB, harga emas global tercatat mencapai US$5.071 per ons, dan berpeluang menembus level US$5.100 dalam waktu dekat. Kenaikan ini menjadi sentimen positif bagi saham-saham sektor tambang emas di pasar domestik. Berikut rekomendasi teknikal dari Tim Analis Bareksa:
1. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
Saham BRMS tercatat menguat 1,62% ke level Rp1.250 pada perdagangan Jumat (23/1). Saham ini direkomendasikan beli untuk trading di kisaran Rp1.230–Rp1.260, dengan target ambil untung di Rp1.300 dan Rp1.330. Adapun batas kerugian (stop loss) ditetapkan di Rp1.200.
2. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
Harga saham ARCI melemah 0,26% menjadi Rp1.935. Bareksa merekomendasikan beli untuk trading di rentang Rp1.920–Rp1.950, dengan target harga Rp2.050 dan Rp2.100. Sementara stop loss berada di level Rp1.850.
3. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
Saham PSAB turun 0,8% ke posisi Rp620. Emiten ini direkomendasikan beli untuk trading pada kisaran Rp615–Rp630, dengan target keuntungan di Rp655 dan Rp665, serta stop loss di Rp595.
Tabel Rekomendasi Saham Hari Ini
| Stock Pick (Rp) | BRMS | ARCI | PSAB |
|---|---|---|---|
| Last Price | 1.250 | 1,935 | 620 |
| Recommendation | Trading Buy | Trading Buy | Trading Buy |
| Entry Range | 1.230 | 1.920 | 615 |
| 1.260 | 1.950 | 630 | |
| Target Price (TP) 1 | 1.300 | 2.050 | 655 |
| Target Price (TP) 2 | 1.330 | 2.100 | 665 |
| Stop Loss | 1.200 | 1.850 | 595 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, last price per 23/1/2026
Mengutip laporan Investing (26/1), harga emas dunia mencetak rekor baru setelah menembus US$5.000 per ons. Kenaikan ini didorong meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya ketegangan geopolitik global. Sejak awal tahun, harga emas telah naik hampir 17%.
Sentimen geopolitik, termasuk tensi antara Amerika Serikat dan NATO terkait Greenland serta ancaman tarif perdagangan dari Presiden Donald Trump, turut memperkuat minat investor terhadap emas. Selain itu, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi katalis positif bagi reli logam mulia.
Pasar saat ini menanti sinyal pemangkasan suku bunga The Federal Reserve. Kebijakan tersebut biasanya menguntungkan emas karena menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil. Kenaikan harga emas juga diikuti logam mulia lain seperti perak dan platinum yang turut mencetak rekor tertinggi.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan terakhir melemah 0,46% ke level 8.951. Meski demikian, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp760 miliar di tengah meningkatnya aversi risiko global.
Pelemahan IHSG terutama disebabkan tekanan pada sektor Transportasi dan Logistik (–2,29%), Konsumer Siklikal (–2,25%), serta Industri (–1,53%). Adapun sektor Kesehatan (+0,64%) dan Infrastruktur (+0,17%) menjadi penopang penguatan indeks.
Sejumlah saham yang menjadi pemberat utama IHSG antara lain AMMN (–6,19%), PTRO (–14,85%), dan BRPT (–5,82%). Di sisi lain, nilai tukar rupiah menguat 63 poin ke level Rp16.822 per dolar AS.
Ke depan, IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran support 8.838 dan resistance 9.110, dengan sentimen pasar yang masih cenderung berhati-hati dalam jangka pendek.
Lonjakan harga emas dunia yang menembus US$5.000 per ons membuka peluang trading jangka pendek pada saham-saham emiten emas. BRMS, ARCI, dan PSAB menjadi pilihan Tim Analis Bareksa dengan strategi beli yang disertai target keuntungan serta batas risiko, di tengah volatilitas pasar dan ketidakpastian global yang masih tinggi.
Grafik Pergerakan Harga Emas Spot Dunia
Sumber: Investing

Ananda Astri Dianka
Editor
