Harga Emas Antam Tembus Level Terendah Sejak November 2025
- JAKARTA, TRENASIA.ID — Harga emas batangan di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp27.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.633.000 menjadi Rp2.606.000

Chrisna Chanis Cara
Author


Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Kamis 23 Juli 2020 dipatok lebih rendah untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp977.000, sedangkan pada posisi kemarin, Rabu 22 Juli 2020 sempat menyentuh level baru Rp982.000 untuk ukuran 1 gram, yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah. PT Aneka Tambang Tbk. melansir penjualan emas di tingkat ritel tetap menggeliat kendati harga emas menyentuh rekor baru. Penjualan secara daring atau online diakui meningkat signifikan dalam tiga bulan terakhir. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA, TRENASIA.ID — Harga emas batangan di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp27.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.633.000 menjadi Rp2.606.000, Jumat, 17 Juli 2026.
Adapun harga buyback oleh Logam Mulia turun jauh lebih dalam, sebesar Rp47.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.380.000 menjadi Rp2.333.000. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp273.000 per gram.
Berikut daftar harga emas Antam hari ini, Jumat, 17 Juli 2026.
| Ukuran | Harga |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.353.000 |
| 1 gram | Rp2.606.000 |
| 2 gram | Rp5.162.000 |
| 3 gram | Rp7.718.000 |
| 5 gram | Rp12.805.000 |
| 10 gram | Rp25.535.000 |
| 25 gram | Rp63.737.000 |
| 50 gram | Rp127.395.000 |
| 100 gram | Rp254.712.000 |
| 250 gram | Rp636.265.000 |
| 500 gram | Rp1.272.320.000 |
| 1.000 gram | Rp2.544.600.000 |
Sumber: Logam Mulia, 17 Juli 2026
Insight TrenAsia
Buyback Turun Hampir Dua Kali Lipat, Spread Kembali Melebar
Pola yang berulang sejak pertengahan Juni kembali muncul dengan intensitas yang tinggi. Harga jual turun Rp27.000, tapi buyback ambrol Rp47.000 — hampir dua kali lipat. Spread langsung melonjak dari Rp253.000 kemarin ke Rp273.000 hari ini, kembali mendekati rekor tertinggi 2026 di Rp335.000 yang tercatat pada 25 Juni 2026.
Dari harga beli sekarang, break-even baru tercapai setelah kenaikan sekitar 10,5%. Bagi yang beli emas kemarin di Rp2.633.000, nilai aset sudah turun Rp27.000 per gram dalam satu hari — dan jika dijual sekarang, kerugian total termasuk spread menyentuh Rp300.000 per gram.
Harga Terendah Sejak November 2025, Koreksi dari Puncak Tembus Rp250.000
Rp2.606.000 adalah level yang belum pernah tercatat sejak November 2025 — sekitar delapan bulan ke belakang. Dari puncak Mei di Rp2.859.000 pada 12 Mei 2026, total koreksi kini mencapai Rp253.000 per gram dalam lebih dari dua bulan.
Dalam sepekan terakhir saja, emas Antam sudah turun bersih Rp44.000 dari pembukaan Senin di Rp2.650.000. Investor yang membeli emas pada 14 April 2026 di Rp2.863.000 kini merugi sekitar 18,5% jika dihitung dari buyback hari ini — kerugian yang menyamai beban terburuk yang pernah tercatat sepanjang 2026.
Kombinasi Penguatan Dolar dan Tekanan Geopolitik Berbalik Arah
Dua faktor yang sebelumnya mendorong emas naik kini berbalik arah secara bersamaan. Pertama, dolar AS menguat setelah data penjualan ritel AS yang lebih kuat dari ekspektasi mengurangi kembali peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada September 2026.
Kedua, ketegangan geopolitik AS-Iran yang sempat memanas mulai mereda setelah sinyal negosiasi tidak langsung muncul dari kedua pihak, mengurangi permintaan emas sebagai aset lindung nilai darurat. Menutup pekan dengan harga Rp2.606.000, emas Antam kini berada di bawah semua level psikologis penting yang menjadi acuan pasar.
Pekan depan, perhatian tertuju pada pertemuan The Fed 29-30 Juli 2026 — keputusan dan nada komunikasi Powell akan menjadi penentu apakah harga bisa kembali ke atas Rp2.650.000 atau justru melanjutkan tekanan ke bawah Rp2.580.000.

Chrisna Chanis Cara
Editor
