Harga Daging Sapi Australia Merangkak Naik, Pemerintah Lirik Daging Sapi Brasil
Sebanyak 420 ton daging sapi beku boneless asal Brasil mulai tiba di Indonesia secara berkala untuk menjaga stabilitas harga pangan jelang Lebaran 2021. Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Arief Prasetyo mengatakan, keputusan impor ini berguna untuk meninjau kualitas daging sapi asal Brasil.

Muhamad Arfan Septiawan
Author


Daging sapi / Pertanian.go.id
(Istimewa)JAKARTA – Sebanyak 420 ton daging sapi beku boneless asal Brasil mulai tiba di Indonesia secara berkala. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga pangan jelang Lebaran 2021.
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Arief Prasetyo mengatakan, keputusan impor ini berguna untuk meninjau kualitas daging sapi asal Brasil.
“Ini kesempatan untuk melihat kualitas daging sapi,” kata Arief seperti dikutip Antara, Senin 3 Mei 2021.
Pasokan daging sapi biasanya dipenuhi Indonesia dari Australia. Namun, kebakaran hutan yang melanda Australia pada 2019 berimplikasi terhadap berkurangnya pasokan daging sapi.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatatkan kenaikan harga sapi Australia hingga 65% pasca kebakaran tersebut. Menurut pantauan Kemendag, harga daging sapi Australia merangkak naik dari US$2,3 per kilogram menjadi US$3,32 per kilogram.
Daging sapi asal Brasil ini didatangkan oleh dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) klaster pangan, yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI dan PT Berdikari (Persero).
“Hal ini merupakan bagian dari upaya agar impor tidak sekedar untuk memenuhi pasokan tetapi juga proses pembelajaran agar industri daging sapi dalam negeri semakin lebih baik,” ucap Arief.
Fase pertama pengiriman 140 ton daging sapi telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu, 1 Mei 2021. Sebanyak 4 kontainer sisanya bakal tiba secara bertahap sebelum Lebaran tahun ini.
Arief mengakui BUMN klaster pangan khususnya yang bergerak dalam industri peternakan masih menerima penugasan impor dari pemerintah lantaran kebutuhan daging yang meningkat dan produksi dalam negeri yang terbatas, apalagi menjelang hari raya.
“Sampai dengan akhir tahun 2021 RNI melalui Berdikari akan mendistribusikan sebanyak 20.000 ton daging sapi,” ujar Arief.
Menurut perhitungan Kemendag, kebutuhan daging sapi dan kerbau pada 2021 mencapai 696.956 ton.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra menyebut telah mengamankan pasokan 121.110 ton daging sapi dan kerbau pada tahun ini.
Adapun rata-rata produksi nasional dari 2015-2019 mencapai 499.980 ton atau masih berada di bawah angka kebutuhan dalam negeri.
