Tren Ekbis

Haji Isam Resmi Dekap 30,25 Persen Saham BYAN, Berapa Nilainya?

  • Melalui PT Jhonlin Baratama resmi membeli 10,08 miliar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) senilai Rp26,09 triliun dari Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low.
haji isam low.jpg
Pemilik Jhonlin Group, Haji Isam berjabat tangan dengan pemegang saham terbesar PT Bayan Resources Tbk, Low Tuk Kwong. (BYAN)

JAKARTA, TRENASIA.ID — Andi Nursyamsudin Arsyad alias Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama resmi menyelesaikan akuisisi jumbo atas 10.084.088.370 (10,08 miliar) lembar saham biasa PT Bayan Resources Tbk (BYAN). 

Jumlah tersebut setara dengan 30,25% dari total modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Saham tersebut dibeli dari pendiri sekaligus Direktur Utama Bayan Resources, Dato' Dr. Low Tuck Kwong, serta putrinya, Elaine Low.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Manajemen PT Bayan Resources Tbk kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 12 Oktober 2026, harga transaksi penyelesaian jual beli saham bersyarat (PJBS) tersebut disepakati sebesar Rp2.588 per lembar saham. 

Dengan demikian, nilai total transaksi akuisisi ini menembus angka Rp26,09 triliun.

“Transaksi tersebut telah diselesaikan oleh para pihak yang bersangkutan dan, setelah penyelesaian transaksi tersebut, PT Jhonlin Baratama memiliki saham yang mewakili 30,25% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan,” kata Direktur sekaligus Corporate Secretary Bayan, Jenny Quantero dalam keterangan resmi. 

Tidak Mengubah Pengendalian Perusahaan

Jenny Quantero menjelaskan bahwa transaksi pengalihan kepemilikan saham tersebut telah rampung diselesaikan oleh para pihak terkait.

Meski PT Jhonlin Baratama kini menguasai lebih dari 30% porsi saham BYAN, manajemen menegaskan bahwa masuknya Jhonlin Baratama tidak mengubah struktur pengendali emiten pertambangan batubara tersebut.

"Sebagaimana telah diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Penyelesaian Transaksi berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (sebagaimana diubah) No. 533/BR-OJK/X/2026 tanggal 8 Oktober 2026, penyelesaian transaksi tersebut tidak mengakibatkan perubahan pengendalian pada Perseroan," tegas Jenny.

Rincian Transaksi Saham Low Tuck Kwong dan Elaine Low

Manajemen BYAN mencatat serangkaian transaksi pengalihan saham yang dilakukan oleh Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada kurun waktu 6 hingga 7 Oktober 2026:

  • 6 Oktober 2026: Low Tuck Kwong menjual 33.333.335 lembar saham.
  • 7 Oktober 2026: Elaine Low menjual 16.666.667 lembar saham.
  • 7 Oktober 2026: Low Tuck Kwong kembali melepas 10.067.421.703 lembar saham.

Total keseluruhan saham yang ditransaksikan dalam Laporan Kepemilikan Saham periode tersebut mencapai 10.117.421.705 lembar saham.

Fokus Operasional dan Rencana Bisnis

Terkait potensi sinergi bisnis maupun operasional pasca-akuisisi, pihak manajemen menyatakan hingga saat ini belum terdapat pembahasan khusus mengenai hal tersebut antara Bayan Resources dan PT Jhonlin Baratama.

Kegiatan operasional dan rencana ekspansi perseroan tetap berjalan sesuai dengan garis bisnis dan rencana kerja tahunan yang telah ditetapkan.

"Hingga saat ini tidak ada perubahan terhadap rencana Perusahaan dalam mengembangkan kegiatan usaha Perseroan. Perseroan akan tetap berfokus pada keberlangsungan dan pengembangan kegiatan usaha utamanya," tutup Jenny.

Pada perdagangan hari ini, BYAN ditutup pada posisi Rp11.300 per lembar, atau mengalami penurunan 4,03 persen pada penutupan sebelumnya. Saham Bayan turun Rp475 per lembar. 

Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Hadi Zairin pada 12 Oct 2026 

Tags: