Grab Siapkan Akuisisi Parsial GOTO Senilai US$7 Miliar, Ini Bocorannya
- Grab dikabarkan akan mengakuisisi sebagian unit bisnis GOTO senilai US$7 miliar. Rencana ini disusun sebagai akuisisi bertahap, di tengah penguatan saham GOTO dan pemangkasan struktur manajemen jelang integrasi. Apa implikasinya bagi pasar?

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA – Grab Holdings Ltd (GRAB), perusahaan teknologi asal Singapura, dikabarkan tengah menyiapkan akuisisi parsial terhadap PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan nilai mencapai sekitar US$7 miliar. Rencana ini dirancang bukan sebagai merger penuh, melainkan pengambilalihan atas unit-unit bisnis tertentu milik GOTO.
Mengutip laporan Reuters, transaksi ditargetkan rampung pada kuartal II-2025. Grab telah menunjuk penasihat keuangan untuk mengawal proses tersebut. Namun demikian, kesepakatan masih bergantung pada sejumlah ketentuan, termasuk pembiayaan yang kini dalam tahap diskusi dengan pihak perbankan. Baik Grab maupun GOTO hingga saat ini menolak memberikan komentar resmi.
Struktur akuisisi yang disusun melibatkan dua tahapan utama. Pertama, Grab akan mengambil alih unit internasional GOTO yang berbasis di Singapura. Kedua, Grab akan mengakuisisi seluruh operasional bisnis GOTO di Indonesia, kecuali unit layanan keuangan yang tetap berada di bawah kendali GOTO. Langkah ini memungkinkan restrukturisasi tanpa harus melewati proses merger penuh yang kompleks secara hukum dan regulasi.
- Perkuat Pembiayaan, 360Kredi Jalin Kerja Sama Channeling dengan Neo Commerce
- Lewat Program dari DANA, UMKM Perempuan dan Disabilitas Bisa Raih Pendanaan hingga Rp750 Juta!
- Prakiraan Cuaca Besok dan Hari Ini 08 Mei 2025 untuk Wilayah DKI Jakarta
Rencana ini muncul di tengah momentum pemulihan kinerja GOTO. Per kuartal I-2025, perusahaan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp4,23 triliun, tumbuh 4% secara tahunan. Layanan on-demand seperti transportasi dan pengantaran tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar Rp3,01 triliun, sedangkan unit fintech menyumbang Rp1,21 triliun.
Secara lebih rinci, pendapatan dari layanan pengantaran tercatat sebesar Rp2,26 triliun, sementara transportasi menyumbang Rp752 miliar. Unit keuangan digital menghasilkan pendapatan dari pinjaman konsumen sebesar Rp763 miliar, sedangkan segmen e-commerce melalui Tokopedia menyumbang Rp217 miliar. Per akhir Maret 2025, GOTO juga mengantongi posisi kas yang solid sebesar Rp21 triliun.
Citi Research dalam riset yang dipublikasi pada Senin, 5 Mei 2025, menilai bahwa prospek emiten bersandikan GOTO tetap positif, seiring keberhasilan perusahaan menekan biaya secara konsisten dan mempertahankan posisi likuiditas yang kuat.
Selain itu, langkah manajemen GOTO yang merampingkan struktur organisasi melalui pengunduran diri sejumlah direksi dan komisaris dipandang sebagai bagian dari strategi restrukturisasi menjelang potensi merger.
Jika akuisisi ini terealisasi, Grab akan mengukuhkan posisi dominannya di industri ride-hailing Asia Tenggara. Menurut Euromonitor International, entitas gabungan antara Grab dan GOTO diperkirakan akan menguasai 85% pangsa pasar regional, dengan porsi di Indonesia mencapai 91% dan hampir 90% di Singapura.
Namun, rencana ini tidak akan berjalan tanpa hambatan. Regulasi antimonopoli di kawasan dipastikan akan menguji struktur kesepakatan ini. “Pasar Indonesia dan Singapura akan memberlakukan pengawasan ketat,” kata David Zhang, Manajer Insight Asia untuk sektor pembayaran dan pinjaman di Euromonitor International dikutip pada Kamis, 8 Mei 2025.
Kendati demikian, analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam laporan Reuters menilai bahwa otoritas Indonesia mungkin akan mengambil pendekatan pragmatis. Pasalnya, merger ini berpotensi memperkuat ekosistem digital nasional dan menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.
Asal tahu saja, sejak awal tahun saham GOTO di Bursa Efek Indonesia telah melesat 18,04% ke level Rp84 per saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp95 triliun. Sementara saham Grab (Nasdaq:GRAB) telah naik 2,4% year-to-date dan kini bernilai hampir US$20 miliar.

Ananda Astridianka
Editor
