Korporasi

GOTO Wajib Bayar Bonus Lebaran, Berapa Estimasi Uang yang Dikucurkan?

  • Pemerintah mewajibkan GOTO membayar Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra pengemudi dan kurir. Beban tambahan Rp75 miliar ini menambah tantangan keuangan perusahaan. Bagaimana dampaknya terhadap kinerja GOTO?
Wamenaker Kopdar Gojek - Panji 5.jpg
Wakil Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Immanuel Ebenezer didampingi Head og Region Gojek Gede Manggala saat berdiskusi dengan mitra driver dalam acara kopdar di Kantor Gojek Kemang Timur, Selasa 10 Desember 2024. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Pemerintah melalui Surat Edaran No.M/3/HK.04.00/III/2025 menetapkan kebijakan pemberian Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi transportasi daring. Aturan ini mewajibkan perusahaan platform digital, termasuk PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), untuk mengalokasikan dana tambahan guna memenuhi ketentuan tersebut.

Berdasarkan aturan yang berlaku, hanya mitra pengemudi dan kurir yang dianggap produktif serta berkinerja baik yang akan menerima BHR secara proporsional. Bonus diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar 20% dari rata-rata pendapatan bersih bulanan mereka selama 12 bulan terakhir. Sementara itu, mitra yang tidak masuk kategori ini akan menerima bonus sesuai kemampuan perusahaan.

Beban Tambahan Rp75 Miliar

Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, terdapat sekitar 250.000 akun aktif dari berbagai perusahaan transportasi daring. Namun, jumlah tersebut tidak sepenuhnya berasal dari GOTO. Dalam simulasi ini, diasumsikan bahwa 50% dari total akun aktif adalah mitra Gojek, atau sekitar 125.000 akun.

Hasil survei Kementerian Perhubungan menunjukkan rata-rata pendapatan bersih pengemudi ojol mencapai Rp3 juta per bulan. Dengan perhitungan bonus sebesar 20%, maka setiap mitra yang memenuhi kriteria akan menerima BHR sebesar Rp600.000.

Dengan demikian, total dana yang harus dikeluarkan GOTO untuk memenuhi kewajiban bonus Lebaran ini diperkirakan mencapai Rp75 miliar. Angka ini menjadi perhatian karena akan menambah beban pengeluaran perusahaan.

Dampak terhadap Keuangan GOTO

GOTO mencatatkan rugi bersih sebesar Rp5,46 triliun pada tahun 2024, meskipun angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan naik menjadi Rp15,89 triliun sepanjang 2024, meningkat 8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, total aset GOTO mengalami penurunan. Pada 2024, total aset tercatat sebesar Rp43,21 triliun, turun dari Rp54,10 triliun pada tahun sebelumnya. Aset lancar menyusut dari Rp33,62 triliun menjadi Rp26,34 triliun, sementara aset tidak lancar turun dari Rp20,48 triliun menjadi Rp16,87 triliun.

Meski demikian, pengurangan aset ini diimbangi dengan penurunan total liabilitas dari Rp18,38 triliun menjadi Rp12,80 triliun. Ekuitas juga mengalami penurunan dari Rp35,72 triliun menjadi Rp30,40 triliun, mencerminkan strategi perusahaan dalam menyeimbangkan struktur keuangannya.

Mampukah GOTO Menanggung Beban BHR?

Dengan kinerja yang mulai membaik, pengalokasian Rp75 miliar untuk BHR masih dalam batas kemampuan perusahaan. Jika dibandingkan dengan total pendapatan GOTO pada 2024 yang mencapai Rp15,89 triliun, tambahan beban ini hanya sekitar 0,47% dari total pendapatan.

Namun, di tengah upaya GOTO untuk memperbaiki neraca keuangannya, tambahan beban ini tetap menjadi tantangan. Dalam jangka pendek, dampaknya mungkin tidak signifikan, tetapi dalam jangka panjang, efektivitas kebijakan ini terhadap loyalitas mitra dan efisiensi operasional perusahaan akan menjadi faktor penting yang perlu dievaluasi. 

Di sisi lain, jika kebijakan ini berkontribusi pada peningkatan retensi dan produktivitas mitra, maka dalam jangka panjang bisa menjadi investasi yang menguntungkan bagi GOTO.

Sebelumnya, Presiden Gojek, Catherine Hindra Sutjahyo, menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen mendukung mitra pengemudinya melalui program Tali Asih Hari Raya. “Setiap tahun, kami berupaya menghadirkan program Ramadan yang bermanfaat bagi mitra driver. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan transparansi dalam pengalokasian bonus,” ujar Catherine belum lama ini.