Tren Leisure

Gerakan Antipenerbangan Bisa Merembet ke Luar Eropa

  • Gerakan anti penerbangan atau dikenal sebagai “flight shaming” yang lahir di Swedia dan menyebar ke Eropa dikhawatirkan akan mengancam permintaan perjalanan di luar benua tersebut. Di Eropa, wisatawan yang sadar lingkungan hidup mulai meninggalkan pesawat untuk perjalanan dan memilih naik kereta. Flight shame, berasal dari terjemahan bahasa Swedia “flygskam” adalah nama gerakan anti-terbang yang berasal […]

Gerakan Antipenerbangan Bisa Merembet ke Luar Eropa

Gerakan anti penerbangan atau dikenal sebagai “flight shaming” yang lahir di Swedia dan menyebar ke Eropa dikhawatirkan akan mengancam permintaan perjalanan di luar benua tersebut.

Di Eropa, wisatawan yang sadar lingkungan hidup mulai meninggalkan pesawat untuk perjalanan dan memilih naik kereta. Flight shame, berasal dari terjemahan bahasa Swedia “flygskam” adalah nama gerakan anti-terbang yang berasal dari Swedia tahun lalu, yang mendorong orang agar berhenti naik pesawat untuk mengurangi buangan karbon.

Meski saat ini gerakan tersebut baru berpengaruh di Eropa, International Air Transport Association (IATA), mengatakan  bisa jadi juga akan sampai belahan lain dunia, terutama Amerika Utara.

“Jika anda percaya atau berfikir bahwa keprihatinan lingkungan hidup adalah keprihatinan dunia yang menyentuh setiap orang di planet ini  tak ada alasan untuk percaya bahwa orang muda lain takkan bereaksi,” kata Alexandre de Juniac, pemimpin lobi internasional IATA kepada wartawan Selasa (03/09/2019).

Pada musim panas ini, perusahaan penerbangan Amerika Serikat telah menikmati booming permintaan penerbangan, yang menunjukkan mereka kebal dari gerakan tersebut.

De Juniac kepada Reuters  belakangan mengakui bahwa kurangnya pilihan kereta yang layak di Amerika Serikat adalah penghalang besar bagi gerakan tersebut tumbuh di negara itu, tetapi menyatakan peningkatan rencana promosi yang berlangsung seperti Green New Dewal, yang menakup penanaman modal pada kereta cepat.

Gerakan tersebut akan menyebar di Amerika Serikat dan kemudian bergerak ke negara maju di Asia seperti Korea dan Jepang, demikian ramalan de Juniac.

Makin besar pertumbuhan anti-penerbangan, makin bersemangat pemerintah untuk mengenakan pajak industri, katanya.

Pada Juli, Prancis mengumumkan pajak atas perubahan penerbangan yang terbang dari bandar udaranya untuk membantu mendukung lingkungan hidup, tindakan yang Air France katakan akan sangat melukai persaingannya dan menambah lebih dari 60 juta euro dalam pengeluaran tambahan per tahun.

Penerbangan komersial berjumlah sebanyak 2,5 persen dari buangan karbon global hari ini tapi tanpa langkah nyata untuk mengurangi masalah itu, jumlahnya dapat naik saat perjalanan udara global meningkat.

Industri penerbangan sudah memangkas buangan karbon dari masing-masing wisatawan pesawat untuk memotong buangan netto sampai 2050 dan mencapai pertumbuhan netral-karbon dari 2020.

Tantangannya sekarang ialah menerapkan dan melaksanakan sasaran global, dan menang atas sentimen satu bagian masyarakat pengguna pesawat yang de Juniac katakan ingin diyakinkan kembali bahwa industri tersebut “melakukan tindakan yang benar”.