Genjot Transaksi Sukuk & Obligasi, BEI Luncurkan SPPA untuk Pasar Sekunder
JAKARTA – Bursa Efek Indonesia kembali merilis platform perdagangan elektronik (Electronic Trading Platform/ETP) khusus Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) di pasar sekunder. Platform bernama Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) ini merupakan bentuk lanjutan dari ETP yang sudah ada sebelumnya. Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengungkapkan, pengembangan platform ini dilakukan bersama dengan Axe Trading yang […]

Fajar Yusuf Rasdianto
Author


Petugas keamanan berjaga di mainhall dengan latar belakang monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat 5 Juni 2020 lalu/ Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Bursa Efek Indonesia kembali merilis platform perdagangan elektronik (Electronic Trading Platform/ETP) khusus Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) di pasar sekunder. Platform bernama Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) ini merupakan bentuk lanjutan dari ETP yang sudah ada sebelumnya.
Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengungkapkan, pengembangan platform ini dilakukan bersama dengan Axe Trading yang berbasis di Inggris, sebagai penyedia solusi perdagangan surat utang global.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
- Anies Baswedan Tunggu Titah Jokowi untuk Tarik Rem Darurat hingga Lockdown
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
“SPPA telah didesain sedemikian rupa untuk mengakomodasi kebutuhan pelaku pasar EBUS di Indonesia, dengan harapan dapat meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar EBUS Indonesia,” ungkap Hasan dalam rilisnya, Senin, 9 November 2020.
Sampai saat ini, sudah ada 20 pelaku pasar EBUS Indonesia yang menjadi pengguna jasa SPPA. Dengan 17 di antaranya merupakan dealer utama Surat Utang Negara (SUN) dan sudah dapat mulai memanfaatkan SPPA sebagai platform perdagangan EBUS.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan, 20 pelaku ini merupakan pengguna jasa SPPA yang telah mengikitu program piloting SPPA.
“Peserta program piloting sudah mengikuti pelatihan penggunaan SPPA dan melakukan simulasi pasar bersama dengan tujuan familiarisasi penggunaan dan pemahaman SPPA,” pungkas Laksono.
