Erick Bentuk Lembaga Pelatihan Direksi dan Komisaris BUMN
- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupaya memperkuat aspek Sumber Daya Manusia (SDM) di tubuh perusahaan pelat merah. Hal itu tampak dari...

Muhamad Arfan Septiawan
Author
JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupaya memperkuat aspek Sumber Daya Manusia (SDM) di tubuh perusahaan pelat merah. Sasalah satunya dengan membentuk BUMN Leadership and Management Institute (BLMI). Lembaga ini diharapkan akan menjadi “rumah” inovasi, riset, dan pengembangan manajemen di seluruh klaster BUMN.
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan kehadiran BLMI itu untuk mempertajam visi profesionalisme di tubuh perusahaan pelat merah. Selain itu, institut baru itu menjadi wadah baru untuk menyaring SDM potensial untuk mengembangkan diri di BUMN.
“BUMN menjadi perusahaan yang akuntabel, profesional, dan berkelas dunia, tidak mungkin terjadi tanpa transformasi human capitalnya. Karena itu kami membangun program yang bukan ad hoc, tetapi terstruktur, menyeluruh, dan berkelanjutan,” kata Erick dalam keterangan tertulis yang diterima Trenasia.com, Senin, 7 Juni 2021.
- Erick Bentuk Lembaga Pelatihan Direksi dan Komisaris BUMN
- Askrindo dan Konsorsium Asuransi Lindungi Aset Pelindo III dengan Nilai Penjaminan Rp19 Triliun
- Nilai Pengadaan Barang dan Jasa Hulu Migas per April 2021 Capai Rp16,3 Miliar
Sejumlah lembaga pendidikan tinggi telah ditunjuk Erick dalam pelaksanaan BLMI ini dan Mandiri Corporate University sebagai koordinator. Selain itu, ada pula kerja sama dengan Corporate University dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Entitas pendidikan tinggi itu bakal merumuskan peta jalan dan program pengembangan kepemimpinan mulai dari new entry level, manajer tingkat pertama sampai dengan tingkat Direksi dan Komisaris/Pengawas.
Fokus awal pengembangan kepemimpinan ini akan dimulai dari Komisaris/Pengawas dan Direksi dengan menggandeng sekolah bisnis lokal dan global terkemuka sebagai mitra strategis seperti Indonesian Institute of Corporate Directors (IICD) untuk Onboarding Commissioner Program dan Commissioner Learning School.
Lalu, IPMI Business School ditunjuk untuk program Onboarding Directorship Program, Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) untuk program Chief Financial Officer School, serta Michigan Ross School of Business dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) untuk program Chief Human Capital Officer School.
Sementara itu, dalam menggenjot kemampuan bisnis dan kepemimpinan Presiden Direktur (Presdir) di BUMN, BLMI bekerja sama dengan IMD Business School dalam program bertajuk CEO Learning Forum.
“Ingat, tiap Direksi dan Komisaris tidak hanya siap diangkat, tapi harus siap belajar dan bertransformasi untuk punya kapabilitas kepemimpinan berkelas dunia, juga siap dicopot jika tidak memenuhi KPI (Key Performance Indicator),” ujar Erick
Siap Jaring Daun Muda
Selain itu, Erick juga mengungkapkan akan menambah “Daun Muda” di jajaran direksi BUMN. Ide ini dicetuskan Erick lantaran jumlah direksi berusia di bawah 42 tahun ini baru mencapai 4%.
Mantan Bos Inter Milan itu berjanji bakal menambah direksi muda secara berkala menjadi 5% pada akhir tahun ini. Dalam jangka menengah, Erick menargetkan ada 10% jajaran direksi muda di seluruh BUMN.
Sementara keterwakilan perempuan direksi atau komisaris pada tahun ini ditargetkan sebesar 15% dari sebelumnya 11% pada 2020. Kepemimpinan perempuan di tubuh BUMN dicanangkan bakal mencapai 20% pada 2023.
“Kami akan terus tingkatkan kinerja perusahaan (BUMN) karena satu per tiga pertumbuhan ekonomi Indonesia itu dipicu dari BUMN. Harapannya bisa menjadi perusahaan global dengan public service yang baik untuk masyarakat,” terang Erick.
Ketua Forum Human Capital Indonesia (FHCI) Alexandra Askandar menjelaskan latar belakang direksi dan komisaris BUMN yang tidak sepenuhnya dari korporasi membuat pelatihan kemampuan bisnis perlu ditempa. Pasalnya, kemampuan tersebut dinilai Alexandra krusial untuk menambah daya saing perusahaan pelat merah di level internasional.
“Banyak pengurus BUMN yang bukan berasal dari korporasi, maka FHCI menyediakan pelatihan leadership supaya tidak ada disparitas di BUMN,” jelas Alexandra.
