Nasional & Internasional

Ekspor yang Kokoh Pacu Lonjakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2021

  • Pulihnya perdagangan internasional mulai kuartal I-2021 diprediksi bakal berlanjut hingga akhir tahun. Kondisi ini berimplikasi terhadap kinerja ekspor...

JAKARTA – Pulihnya perdagangan internasional mulai kuartal I-2021 diprediksi bakal berlanjut hingga akhir tahun. Kondisi ini berimplikasi terhadap kinerja ekspor Indonesia yang cemerlang pada 2021.

Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro kinerja ekspor yang meningkat bakal menopang pertumbuhan Pendapatan Domestik (PDB) Indonesia pada kuartal II-2021.

Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekspor hingga 30,47% year on year (yoy) pada kuartal I-2021. Melesatnya kinerja ekspor itu dipicu oleh membaiknya ekspor Indonesia ke dua negara mitra utama, yakni China dan Amerika Serikat.

Nilai ekspor Indonesia ke China melejit 62,98% yoy. Ekspor ke Negeri Tirai Bambu itu bahkan menguasai 21,36% dari total ekspor pada kuartal I-2021. Meski tidak seagresif ke China, Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat masih tumbuh double digit pada kuartal I-2021, yakni sebesar 15,94% yoy.

Bila terus digenjot, Andry optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa di atas 6% pada kuartal II-2021.

“Ekspor yang kuat ini bisa memulihkan kondisi perekonomian industri, lebih jauh lagi efeknya bisa memulihkan produksi dan menyerap tenaga kerja,” kata Andry dalam Media gathering Virtual Economic Outlook & Industri Kuartal-II 2021, Rabu 19 Mei 2021.

Hasil riset Bank Mandiri menunjukan tren ini bakal berlanjut pada April 2021. Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekspor Indonesia pada April 2021 mencapai 44,38% yoy, Sementara impor bakal tumbuh 30,29% yoy.

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia diramal surplus sebesar US$1,22 miliar pada April 2021.

Tidak jauh berbeda, riset dari sejumlah lembaga lain menyebut pertumbuhan ekspor Indonesia bakal berada di atas 40% pada April 2021. Riset BNI Sekuritas menyebut ekspor Indonesia bisa melejit 48,97% yoy pada April 2021.

Sementara itu, Maybank Indonesia dan Mirase Aset memprediksi pertumbuhan ekspor Indonesia pada April 2021 bisa mencapai 44,93% dan 56,5%.

Andry menyampaikan naiknya harga komoditas semakin memacu pertumbuhan ekspor Indonesia pada tahun ini. Sejumlah komoditas seperti crude palm oil (CPO), batu bara, minyak mentah dan nikel membuat ekspor Indonesia semakin kokoh.

“Harga komoditas yang naik menjadi faktor penting membantu recovery perekonomian terutama di wilayah berbasiskan komoditas seperti, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi,” ujar Andry.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ekspor Indonesia bisa lebih melesat karena adanya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Airlangga menyebut, penerapan UU Cipta kerja efektif mendongkrak kemudahan usaha, termasuk untuk ekspor.

“Penerapan UU Cipta Kerja merupakan determinan penting dalam fasilitas percepatan ekspor,” kata Airlangga dalam keterangan resmi, Senin 17 Mei 2021.